PENATAAN ALUN-ALUN LUMAJANG DINILAI MENGECEWAKAN, WARGA SOROTI KUALITAS PENGERJAAN


Lumajang, Suara Semeru – Penataan ulang Alun-alun Kabupaten Lumajang yang mencakup perbaikan drainase, penggantian paving granit ramah disabilitas, penambahan fasilitas Sport Park, Middle Park, Sculpture “I Like Lumajang”, serta penataan ruang hijau sebagai ruang publik modern dan inklusif, dinilai masih mengecewakan oleh masyarakat.

Toni Hariyanto, warga Jalan Gozali Lumajang, mengungkapkan kekecewaannya kepada Radio Semeru FM. Menurutnya, secara konsep perbaikan alun-alun cukup baik dan berpotensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Namun, pelaksanaan pembangunan di lapangan dinilai terkesan asal-asalan.

“Lihat ini mas, keramik atau granit yang dipasang asal-asalan dan sekarang copot seperti ini. Ini menunjukkan kalau proses pengerjaannya ngawur,” keluh Toni, Jum’at 2 Januari 2026.

Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam merehabilitasi Alun-alun Lumajang.

“Kalau sudah seperti ini, masyarakat pasti langsung menuding pemerintah daerah tidak serius. Padahal ini kesalahan pelaksana di lapangan. Tapi sedikit banyak Bupati kita yang akan jadi bahan perbincangan. Kan kasihan. Saya meyakini Bupati 100 persen tidak ada kepentingan apa pun di balik rehab ini, kecuali ingin menyenangkan masyarakat,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Agus Rokhman Rozaq, saat dikonfirmasi mengaku masih berada di Madura. Namun, melalui sambungan seluler ia menyampaikan bahwa terkait kerusakan granit di sekitar Alun-alun Lumajang, pihaknya akan segera menghubungi pelaksana proyek karena pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

“Ya, kemungkinan kemarin aktivitas masyarakat sudah dilakukan sebelum waktunya, padahal proses pembenahan itu sebenarnya membutuhkan waktu. Namun demikian, kondisi tersebut masih masuk dalam masa pemeliharaan,” tegasnya singkat.

Hal senada disampaikan oleh pelaksana proyek dari CV Guna Bakti Arif. Saat dihubungi melalui WhatsApp oleh beberapa awak media, pihaknya menegaskan bahwa sejumlah kerusakan yang terjadi telah masuk dalam pendataan dan menjadi bagian dari pemeliharaan.

“Iya, sudah didata dan Inspektorat juga ikut dalam pemeliharaan,” tulisnya.

Diketahui, pada tahun 2025 proyek rehabilitasi Alun-alun Kabupaten Lumajang berada di bawah lingkup DLH Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut masuk dalam program pengelolaan keanekaragaman hayati dengan fokus rehabilitasi kawasan alun-alun.

Proyek ini dilaksanakan oleh CV Guna Bakti yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Nomor 13, dengan nomor kontrak 003.2/370/427.04/2025. Anggaran yang digunakan mencapai Rp3.606.961.500.

Pada pelaksanaannya, pekerjaan difokuskan pada penggantian batu piring yang banyak terkelupas dengan granit khusus serta perbaikan drainase di sekeliling alun-alun menggunakan beton precast uditch. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar