PEMKAB LUMAJANG TEGASKAN ARAH PEMBANGUNAN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN LEWAT FORUM KONSULTASI PUBLIK RKPD 2027

 


Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk membangun daerah secara inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan melalui Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu 7 Januari 2026. Forum ini bukan sekadar agenda formal perencanaan, melainkan momentum strategis untuk menguji sejauh mana kebijakan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

Bupati Lumajang dalam sambutannya menekankan bahwa Forum Konsultasi Publik memiliki posisi krusial dalam siklus pembangunan daerah. Menurutnya, forum ini harus dimaknai sebagai ruang mendengar dan menyerap aspirasi, bukan hanya wadah penyampaian program pemerintah. Penegasan tersebut sekaligus menandai upaya pergeseran paradigma perencanaan pembangunan dari pendekatan top-down menuju perencanaan yang lebih responsif dan berbasis partisipasi publik.

“Forum ini adalah wadah mendengar, bukan hanya menyampaikan. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan berangkat dari persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Lumajang.

Komitmen tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 yang mewajibkan pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan daerah. Dalam konteks ini, Forum Konsultasi Publik menjadi instrumen penting untuk menjembatani kepentingan pemerintah dengan aspirasi masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang membuka ruang dialog dengan berbagai elemen, mulai dari perangkat daerah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan kelompok strategis. Aspirasi, kritik, dan gagasan konstruktif yang dihimpun diharapkan menjadi bahan penyempurnaan RKPD 2027 agar program pembangunan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam paparannya, Bupati Lumajang menguraikan delapan isu strategis yang menjadi tantangan sekaligus peluang pembangunan daerah ke depan. Isu-isu tersebut mencerminkan kompleksitas persoalan pembangunan Lumajang, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan, mitigasi ancaman bencana alam serta kriminalitas, hingga keterbatasan infrastruktur dasar yang masih menjadi hambatan pemerataan pelayanan publik.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya optimalisasi potensi pariwisata dan sumber daya alam sebagai penggerak ekonomi lokal. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan agar pembangunan tidak menimbulkan kerusakan ekologis jangka panjang.

Perhatian serius juga diarahkan pada persoalan kerawanan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ketahanan dan kemandirian pangan. Isu-isu ini dipandang sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus menjamin kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi, kepedulian, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan dan meningkatkan kualitas hidup warga Lumajang,” ujarnya.

Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan bersama terkait isu prioritas dan alternatif solusi pembangunan yang realistis, terukur, serta selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Lumajang ke depan. Dengan perencanaan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan nyata, pemerintah daerah optimistis pembangunan Lumajang ke depan akan semakin inklusif, adaptif terhadap tantangan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas. ( hari )

 


Posting Komentar

0 Komentar