Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah strategis dalam memperkuat perekonomian lokal melalui pembangunan infrastruktur jalan. Saat ini, sekitar 260 kilometer jalan rusak berat tengah ditangani secara bertahap, dengan pendekatan yang tidak hanya menitikberatkan pada perbaikan fisik, tetapi juga pada dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Bupati
Lumajang, Indah Amperawati,
menekankan bahwa akses jalan yang baik adalah kunci mobilitas warga dan
kelancaran distribusi barang, terutama hasil pertanian. “Jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika akses
jalan membaik, distribusi barang lebih lancar, mobilitas warga meningkat, dan
aktivitas ekonomi tumbuh,” tegasnya dalam acara silaturahmi Purnawirawan
Polisi Cabang Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja.
Perbaikan
jalan dilakukan secara terukur dan
berbasis prioritas, dengan fokus pada ruas strategis yang menghubungkan
wilayah dan pusat aktivitas ekonomi, termasuk Jalan Kali Semut, Pasrujambe,
serta jalur Tempursari–Gesang–Pasru. Pilihan lokasi ini mencerminkan strategi
pemerintah untuk memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan
manfaat sosial-ekonomi.
Pemerintah
daerah menilai, perbaikan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan akses yang lebih lancar, biaya distribusi bisa ditekan, pedagang dan
petani memperoleh akses pasar lebih cepat, serta konektivitas antar kecamatan
meningkat.
Langkah ini
juga sejalan dengan visi pemerataan pembangunan di Lumajang, di mana infrastruktur
menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat di seluruh wilayah, bukan hanya pusat kota. Pakar pembangunan
daerah menyebut, strategi ini menunjukkan pendekatan berbasis akses ekonomi, yang menekankan kualitas
perencanaan dan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Bupati Indah menegaskan, “Pembangunan harus dirasakan manfaatnya. Infrastruktur yang baik berarti ekonomi bergerak lebih cepat, dan masyarakat merasakan langsung dampaknya.” pungkasnya. (hari)

0 Komentar