Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan merelokasi pedagang Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, setelah bangunan lapak pasar tersebut ambruk pada Selasa 20 Januari 2026.
Ambruknya lapak terjadi saat sejumlah pedagang sedang
beraktivitas. Akibat peristiwa tersebut, tiga orang pedagang mengalami
luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Haryoto Lumajang
serta Puskesmas Yosowilangun.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan
bangunan yang ambruk merupakan pasar temporer yang digunakan saat pasar hewan
digelar satu kali dalam sepekan.
“Bangunan yang rusak tadi merupakan pasar temporer. Nanti
akan kita relokasi ke dalam bangunan utama pasar yang dibangun pada 2019,” kata
Yudha saat ditemui di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa 21 Januari 2026.
Menurut Yudha, kapasitas bangunan pasar permanen masih
mencukupi untuk menampung para pedagang terdampak karena pedagang di lapak
temporer tersebut tidak berjualan setiap hari.
“Di dalam masih cukup, karena yang dipindah ini pedagang
temporer, jadi tidak setiap hari berjualan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ambruknya lapak Pasar Krai disebabkan
kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Yudha memastikan tidak ada faktor
cuaca ekstrem saat kejadian.
“Cuaca cerah, tidak ada angin kencang. Penyebabnya murni
karena bangunan sudah tua dan tidak kuat menahan beban genteng,” katanya.
Yudha menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian
tersebut karena peristiwa terjadi pada pagi hari saat aktivitas pasar belum
terlalu ramai.(har)

0 Komentar