Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa keberlanjutan sumber daya air merupakan fondasi utama dalam pembangunan pelayanan dasar, khususnya penyediaan air bersih bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan Sumber Kalisono, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, 5 Januari 2026, seusai peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kalisono.
Kegiatan
tersebut tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan menjadi penanda arah
kebijakan Pemkab Lumajang bahwa pembangunan infrastruktur air bersih harus
berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem sumber air. Tanpa pengelolaan
daerah tangkapan air (catchment area) yang berkelanjutan, layanan air bersih
dinilai rentan mengalami penurunan kualitas maupun kuantitas dalam jangka
panjang.
Bupati
Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa keberhasilan SPAM tidak
semata diukur dari kapasitas produksi, panjang jaringan, atau jumlah sambungan
rumah, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan alam di sekitar sumber
mata air.
“Yang paling
penting adalah catchment area-nya harus dijaga. Kita tidak boleh hanya
membangun jaringan air, tetapi juga memastikan lingkungan di sekitar sumber air
tetap lestari. Menanam pohon dengan daya simpan air yang baik adalah kunci
menjaga keberlanjutan,” tegasnya.
Menurut
Bunda Indah, penanaman pohon merupakan langkah preventif yang berdampak
langsung terhadap stabilitas debit air. Vegetasi yang terjaga berfungsi
meningkatkan daya serap tanah, menahan limpasan air hujan, sekaligus melindungi
sumber mata air dari degradasi lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari
strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk memastikan layanan air bersih
tetap tersedia, stabil, dan dapat diandalkan oleh masyarakat.
Lebih
lanjut, ia menekankan bahwa keberlanjutan sumber daya air tidak dapat dicapai
hanya melalui kebijakan pemerintah. Peran serta masyarakat, khususnya warga
yang tinggal di sekitar daerah resapan, menjadi faktor krusial dalam menjaga
kelestarian sumber air.
“Kita sudah
belajar dari banyak pengalaman. Ketika area tangkapan air tidak dijaga, sumber
air bisa menurun bahkan berhenti. Karena itu, kesadaran dan partisipasi
masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan,” ujarnya.
Dalam
konteks pelayanan publik, Bunda Indah menegaskan bahwa air bersih merupakan
layanan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Oleh sebab itu, pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab,
berkeadilan, dan berorientasi jangka panjang, bukan sekadar memenuhi kebutuhan
sesaat.
“Satu tetes
air yang bisa dimanfaatkan masyarakat memiliki nilai yang sangat besar. Jika
dikelola dengan baik dan dijaga keberlanjutannya, manfaatnya tidak hanya
dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” tambahnya.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati Lumajang juga menyampaikan apresiasi kepada Perumda
Air Minum Tirta Mahameru atas kontribusinya dalam mewujudkan SPAM Kalisono.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan layanan air bersih hanya
dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BUMD, dan
masyarakat.
Melalui
kegiatan penanaman pohon di kawasan Sumber Kalisono, Pemkab Lumajang kembali
menegaskan komitmen pembangunan yang tidak semata mengejar capaian fisik,
tetapi juga menempatkan keseimbangan ekologi sebagai prasyarat utama
keberlanjutan pelayanan air bersih di Kabupaten Lumajang. ( hari )

0 Komentar