Lumajang, Suara Semeru - Program bursa kerja atau job fair yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang di Pemandian Alam Selokambang pada 11 Oktober 2025 hanya mampu menyerap sekitar 21,8 persen dari total pencari kerja yang mendaftar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang,
Subechan, SE., MM., mengatakan, dari 880 pencari kerja yang terdaftar, sebanyak
192 orang dinyatakan diterima. Kegiatan bursa kerja yang berlangsung selama
satu hari tersebut menelan anggaran lebih dari Rp47 juta yang bersumber dari
APBD Tahun Anggaran 2025.
Dalam pelaksanaannya, Disnaker menggandeng 15 perusahaan
besar serta lima perusahaan simpatisan dengan total ketersediaan lowongan kerja
mencapai 1.676 posisi.
“Target awal kami 100 pencari kerja yang diterima,
Alhamdulillah hasilnya mencapai 192 orang,” ujar Subechan saat ditemui di ruang
kerjanya, Rabu 14 Januari 2026.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kesenjangan
antara jumlah lowongan kerja yang tersedia dengan kualifikasi para pelamar.
Saat ini, para pelamar yang dinyatakan diterima masih dalam proses penempatan
di perusahaan masing-masing.
Subechan menjelaskan, tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka
(TPT) di Kabupaten Lumajang dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah
angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Selain itu, rendahnya
kualitas tenaga kerja, baik dari sisi pendidikan maupun keterampilan, turut
menjadi faktor penghambat.
Ia menambahkan, penyebaran informasi lowongan kerja yang
belum merata juga menyebabkan sejumlah posisi strategis tidak terisi secara
optimal.
“Kualitas tenaga kerja kita masih rendah, baik dari tingkat pendidikan maupun keterampilan, dan itu berdampak pada produktivitas serta daya saing di dunia kerja,” pungkasnya. (yon)

0 Komentar