Lumajang, Suara Semeru - Aksi penjambretan kembali menghantui warga Kabupaten Lumajang. Kali ini, korban adalah seorang perempuan lanjut usia bernama Ngatiyem (60) yang tengah menjaga toko baju miliknya di pinggir Jalan Raya Condro, Kecamatan Pasirian, Kamis 8 Januari 2026 siang. Peristiwa itu terjadi cepat dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan keluarganya.
Saat kejadian, Ngatiyem berada di dalam toko bersama cucunya.
Kondisi siang hari yang relatif ramai tak menyurutkan keberanian pelaku untuk
beraksi. Dua orang tak dikenal yang diduga bagian dari satu komplotan tiba-tiba
mendekati toko dari arah seberang jalan.
Anak korban, Wiwit, menuturkan bahwa aksi penjambretan berlangsung
dalam hitungan detik. Ia berada di bagian belakang rumah yang menyatu dengan
toko ketika kejadian berlangsung.
“Waktu itu saya makan di belakang, ibu lagi momong cucu di toko.
Tiba-tiba ada dua orang dari seberang jalan masuk. Yang satu langsung geser
pintu, lalu narik kalung ibu,” ujar Wiwit saat dikonfirmasi.
KALUNG EMAS 7 GRAM DIGONDOL PELAKU
Pelaku yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dan mengenakan masker itu
langsung melarikan diri usai merampas kalung emas seberat sekitar 7 gram yang
dikenakan korban. Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat aktivitas
warga sekitar masih berlangsung normal.
Ngatiyem tidak sempat melakukan perlawanan. Selain faktor usia,
pelaku bertindak sangat agresif dan mengejutkan, sehingga korban hanya bisa
pasrah saat perhiasan berharganya dirampas.
Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Namun,
trauma psikologis dialami korban, terlebih peristiwa itu terjadi di hadapan
cucunya yang masih kecil.
POLISI LAKUKAN PENYELIDIKAN, CCTV JADI PETUNJUK AWAL
Pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penjambretan tersebut. Kapolsek
Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, menyampaikan bahwa kejadian itu terekam kamera
pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi.
“Peristiwa itu sempat terekam CCTV. Saat ini kami berkoordinasi
dengan Resmob Satreskrim Polres Lumajang untuk melakukan pengejaran,” ujar Iptu
Loni.
Meski korban belum membuat laporan resmi, kepolisian memastikan
proses penyelidikan tetap berjalan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi
terulangnya kejadian serupa dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Korban memang belum melapor secara resmi, tapi kami tetap
melakukan penyelidikan agar kasus ini segera terungkap dan pelaku bisa
diamankan,” tambahnya.
WARGA DIMINTA WASPADA
Peristiwa ini menambah daftar kasus kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah
Lumajang, khususnya di jalur-jalur utama yang ramai aktivitas ekonomi.
Kepolisian mengimbau warga, terutama pelaku usaha kecil dan
lansia, untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak mengenakan perhiasan mencolok
saat beraktivitas, serta memasang kamera pengawas di sekitar tempat usaha.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi
kapan saja, bahkan di siang bolong, dan menyasar kelompok rentan seperti
lansia. (yon)

0 Komentar