JALAN POROS KALISEMUT–DADAPAN RAMPUNG, MOBILITAS DAN EKONOMI WARGA DIHARAPKAN MENINGKAT

 

Lumajang, Suara Semeru - Jalan poros penghubung Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, dengan Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan, kini telah selesai dibangun. Jalan sepanjang sekitar 1,4 kilometer itu menggunakan konstruksi beton.

Peresmian jalan dilakukan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati di Dusun Bulukubung, Desa Kalisemut, Minggu 25 Januiari 2026.

Sebelum dibangun, kondisi jalan yang rusak parah kerap menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan selesainya pembangunan, akses menuju pusat pelayanan publik dan kegiatan ekonomi kini menjadi lebih mudah dan aman.

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan jalan tersebut. Menurut dia, infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berperan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

“Jalan yang layak akan memudahkan masyarakat beraktivitas dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Semoga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Bunda Indah.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, kata dia, terus melakukan penanganan jalan rusak secara bertahap dengan perencanaan berbasis skala prioritas. Ruas jalan strategis yang menghubungkan desa-desa dan pusat aktivitas ekonomi menjadi fokus utama pembangunan.

Dengan rampungnya jalan Kalisemut–Dadapan, pemerintah daerah berharap akses yang lebih baik ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat, sekaligus memperlancar transportasi harian warga.

Bunda Indah juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kondisi jalan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Antusiasme warga terlihat saat peresmian, menandakan sambutan positif atas hadirnya akses jalan yang kini lebih layak dan aman.

Pembangunan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah perdesaan.( har)


Posting Komentar

0 Komentar