CCTV RUSUNAWA TOMPOKERSAN MATI, WARGA KELUHKAN MARAKNYA AKSI KAWANAN MALING


Lumajang, Suara Semeru – Keluhan masyarakat terkait matinya kamera pengawas (CCTV) di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, ramai diperbincangkan di media sosial Facebook melalui grup Sambat Bunda.

Keluhan tersebut dinilai cukup beralasan, mengingat aksi kejahatan di kawasan Rusunawa, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan sepeda yang kerap terjadi.

“Rusunawa di Lumajang ini dikelola pemerintah setempat atau milik perorangan?” tulis salah satu akun Facebook.

Akun tersebut juga mengungkapkan keresahannya karena aksi pencurian sepeda motor masih terus terjadi hingga saat ini.

“Maling sampai sekarang kok masih saja nyolong sepeda. Sudah lapor ke kantor minta tolong CCTV dibetulkan agar pencuri bisa diketahui siapa pelakunya,” tulisnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang memberikan penjelasan. Sekretaris DPKP Lumajang, Iin Suharyati, menyampaikan bahwa sejak dirinya menjabat pada tahun 2023, tidak ada kebijakan penganggaran untuk pemeliharaan CCTV Rusunawa.

Menurutnya, pihak DPKP sebenarnya telah merencanakan pengalokasian anggaran pemeliharaan CCTV pada tahun ini, namun usulan tersebut terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Meski anggaran pemeliharaan CCTV dihapus, pihaknya tetap terus mengusulkannya.

Kendati demikian, DPKP terus berupaya agar CCTV di Rusunawa dapat segera diperbaiki. Salah satu upaya yang dilakukan yakni adanya warga penghuni yang secara sukarela bersedia memperbaiki CCTV yang mati.

“Ia (teknisi) memiliki kerelaan hati untuk memperbaiki secara sukarela. Insyaallah pada tahun 2027 kami rencanakan kembali pengusulan anggaran pemeliharaan CCTV,” pungkasnya. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar