Lumajang, Suara Semeru - Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa kualitas layanan transportasi menjadi kunci utama dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan pengawalan penuh layanan antar-jemput jemaah agar berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa
Bunda Indah saat menerima audiensi Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah
Haji dan Umrah (FK KBIHU) Kabupaten Lumajang.
Dalam arahannya, Bunda Indah menekankan bahwa layanan
transportasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari pelayanan
publik yang berdampak langsung pada kondisi fisik dan psikologis jemaah,
khususnya jemaah lanjut usia.
“Layanan antar-jemput harus dikelola secara profesional.
Jemaah harus berangkat dalam kondisi tenang, tidak lelah, dan tidak khawatir.
Pemerintah daerah akan mengawal penuh agar armada, jadwal, dan pengawalan
berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menilai perjalanan dari daerah menuju embarkasi kerap
menjadi fase paling melelahkan bagi jemaah. Karena itu, Pemkab Lumajang akan
memastikan kesiapan armada, kelayakan kendaraan, kompetensi pengemudi, serta
pengaturan waktu keberangkatan agar tidak menimbulkan antrean panjang dan
kelelahan berlebih.
Bunda Indah juga menegaskan pentingnya penguatan koordinasi
dengan Kementerian Haji dan Umrah, FK KBIHU, serta instansi terkait guna
membangun sistem transportasi jemaah yang terintegrasi dan berstandar
keselamatan tinggi.
“Kita ingin tidak ada jemaah yang terlambat, tidak ada yang
terpisah dari rombongan, dan tidak ada risiko akibat kelalaian teknis. Semua
harus tertib, terukur, dan terawasi,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendampingan selama
perjalanan, terutama bagi jemaah lansia dan jemaah berkebutuhan khusus,
termasuk kesiapan petugas pendamping, layanan kesehatan dasar, dan mekanisme
tanggap darurat.
“Transportasi yang nyaman adalah bagian dari ikhtiar menjaga
keselamatan jemaah. Ini bukan sekadar soal fasilitas, tetapi tanggung jawab
negara terhadap warganya,” tegasnya.
Audiensi tersebut menegaskan arah kebijakan Pemerintah
Kabupaten Lumajang yang menempatkan layanan transportasi sebagai prioritas
utama dalam penyelenggaraan ibadah haji Tahun 2026. Dengan pengawalan ketat,
koordinasi lintas sektor, dan standar pelayanan yang jelas, Pemkab Lumajang
optimistis perjalanan jemaah menuju Tanah Suci dapat berlangsung tertib, aman,
dan berkualitas.
“Target kita sederhana namun fundamental, jemaah berangkat
dengan tenang, tiba dengan selamat, dan dapat beribadah dengan khusyuk sejak
langkah pertama,” pungkasnya. (yon)

0 Komentar