GOW LUMAJANG TEGASKAN PERAN PEREMPUAN SEBAGAI PILAR SDM DAN PENGGERAK KOLABORASI

 



Lumajang, Suara Semeru - Peringatan HUT ke-68 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lumajang tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi dimaknai sebagai forum strategis untuk merumuskan kontribusi perempuan dalam pembangunan.

Melalui Diskusi Publik bertema Peran Perempuan dalam Membangun Bangsa di Gedung PKK Lumajang, Selasa 18 November 2025, GOW menegaskan peran perempuan sebagai aktor kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dewan Penasehat GOW Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, menekankan bahwa diskusi publik ini penting sebagai ruang bertukar gagasan dan menyatukan perspektif organisasi perempuan mengenai tantangan pembangunan kontemporer.

Menurutnya, peran perempuan tidak lagi dipahami secara parsial, tetapi sebagai bagian integral dari strategi pembangunan SDM, ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Diskusi publik ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi bersama. Perempuan memiliki kapasitas besar dalam memperkuat struktur sosial, ekonomi, dan karakter bangsa. Karena itu, suaranya harus ditempatkan pada posisi strategis,” ungkap Rahayu.

Ia menyebut beberapa isu prioritas yang harus menjadi perhatian bersama, antara lain peningkatan literasi keluarga, penguatan pendidikan bagi ibu dan anak, pengembangan ekonomi yang dikelola perempuan, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat komunitas maupun daerah.

Diskusi tersebut menghadirkan pandangan kolektif bahwa pembangunan yang efektif memerlukan partisipasi perempuan secara penuh, bukan sekadar sebagai pelaksana, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Para peserta menilai bahwa perempuan memiliki sensitivitas sosial yang kuat sehingga mampu membaca dinamika masyarakat, memahami kebutuhan keluarga, dan merespon persoalan sosial secara cepat.

Selain itu, forum ini mengangkat pentingnya peran perempuan dalam menghadapi tantangan modern seperti digitalisasi layanan publik, akses ekonomi kreatif, kesehatan reproduksi, dan penyiapan generasi muda yang adaptif. Para narasumber menekankan bahwa perempuan memiliki posisi unik dalam mengarahkan perubahan sosial karena berada langsung di pusat kehidupan keluarga.

Diskusi publik ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi, di antaranya perlunya peningkatan kapasitas organisasi perempuan, penyediaan ruang kolaborasi lintas sektor, serta penyusunan program terarah yang memperkuat kemandirian ekonomi dan kualitas SDM perempuan di Lumajang.

Dengan substansi diskusi yang komprehensif, GOW Lumajang menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi motor pemberdayaan perempuan dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif. HUT ke-68 pun menjadi tonggak untuk memperkuat gerakan perempuan agar lebih adaptif, progresif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. ( har )


Posting Komentar

0 Komentar