Lumajang, Suara Semeru – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Lumajang, genjot penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah, dan ini dibuktikan dengan intennya menggelar dialog interaktif di Radio Semeru FM, seperti yang dilakukan pada Kamis, 20 Nopember 2025, dengan tema ‘Langkah Kecil di Sekolah, Dampak Besar Untuk Kesehatan Anak’.
Pengelola Program PHBS Sekolah Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang,
Muhammad Abdillah Akbar, S.KM., mengungkapkan, bahwa langkah tersebut untuk
menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif, yang juga didukung oleh fasilitas
sanitasi yang memadai dan edukasi yang berkelanjutan.
“Ini adalah langkah dan tanggungjawab bersama, bahwa
karakter harus dicetak dari sekolah sejak dini,” ungkapnya, hadir pula dalam
dialog tersebut Dwi Hevandari, S.Kep.Ners., selaku Pengelola Program UKS Dinkes
P2KB kabupaten Lumajang.
Menurutnya, kesehatan peserta didik di lingkungan sekolah
merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan
seluruh warga sekolah. Menerapkan PHBS pada peserta didik seperti mencuci
tangan dengan sabun, membuang sampah pada tempatnya, dan mengonsumsi jajanan
sehat harus terus dioptimalkan.
“Sementara guru harus mengajarkan dan menerapkan PHBS di
sekolah, dengan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung
tumbuh kembang anak, kemudian melakukan pemantauan kesehatan siswa dan bekerja
sama dengan orang tua serta tenaga kesehatan,” tambahnya.
Sementara pemerintah dalam hal ini Dinkes P2KB Kabupaten
Lumajang, akan terus memberikan dukungan program kesehatan, seperti imunisasi,
ke sekolah-sekolah dan menyediakan panduan dan sumber daya untuk menciptakan
lingkungan sekolah yang sehat.
“Jika ini diterapkan dengan baik, bisa menciptakan
lingkungan belajar yang lebih nyaman dan efektif. Mengurangi risiko penyebaran
penyakit akibat sanitasi yang buruk. Membantu peserta didik mengembangkan
kebiasaan sehat yang dapat dibawa hingga dewasa, dan mendukung kesehatan mental
dan kesejahteraan anak secara menyeluruh,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Pengelola Program UKS Dinkes
P2KB kabupaten Lumajang, Dwi Hevandari, S.Kep.Ners., menurutnya pelayanan
kesehatan di sekolah adalah upaya kesehatan yang terintegrasi melalui tiga
program utama, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan
lingkungan sehat.
“Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta
didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, yang meliputi upaya
promosi, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan,” ujarnya.
Langkah kecil seperti membiasakan cuci tangan, menjaga
kebersihan lingkungan sekolah, dan mengonsumsi jajanan sehat, buang sampah pada
tempatnya, memberantas jentik nyamuk di lingkungan sekolah, dan menjaga
kebersihan, memiliki dampak besar untuk kesehatan anak.
“Kebiasaan baik ini membentuk karakter, kedisiplinan, dan
rasa tanggung jawab pada anak sejak dini, dan lingkungan sekolah yang bersih
dan sehat mendukung tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang optimal,”
pungkasnya. (yon)

0 Komentar