BUPATI LUMAJANG DAN GUBERNUR JATIM PASTIKAN PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS PENGUNGSI SEMERU

 


Lumajang, Suara Semeru - Penanganan pengungsi terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mendapat perhatian khusus dari Bupati Indah Amperawati (Bunda Indah). Ia menegaskan bahwa pemulihan psikologis warga menjadi prioritas yang setara dengan keselamatan fisik.

Bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bunda Indah meninjau sejumlah posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kamis 20 November 2025. Keduanya memastikan fasilitas pengungsian tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi anak-anak, lansia, serta keluarga yang terdampak.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Khofifah membagikan paket mainan kepada anak-anak untuk membantu meredakan trauma. Sementara itu, Bupati Indah berkeliling posko, berdialog dengan pengungsi dan mendengarkan langsung keluhan maupun kebutuhan mereka.

“Kami ingin memastikan setiap warga, terutama anak-anak dan lansia, merasa diperhatikan. Kenyamanan psikologis mereka menjadi prioritas kami,” ujar Bunda Indah saat meninjau posko pengungsian di SDN 4 Supiturang, Pronojiwo.

Keduanya juga ikut membantu menyiapkan makanan di dapur umum. Aktivitas simbolis ini disebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah warga, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih hangat dengan para pengungsi.

Bunda Indah menjelaskan, pemerintah daerah menerapkan pendekatan humanis dalam penanganan bencana, yang mencakup aspek fisik, logistik, kesehatan, hingga dukungan psikologis. “Posko kesehatan, dapur umum, dan bantuan logistik sudah berjalan. Sekarang kami memperkuat sisi psikologis warga, memastikan mereka tetap tenang dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” tuturnya.

Pendekatan ini dinilai berdampak langsung pada stabilitas emosi warga. Anak-anak kembali bermain dan belajar di area aman, sementara lansia merasa mendapatkan perhatian khusus. Pemerintah berharap kehadiran yang intens dapat menjaga ketenangan pengungsi selama situasi pasca-erupsi. (har)


Posting Komentar

0 Komentar