BNPB SARANKAN LUMAJANG CONTOH PENGUNGSIAN TERPUSAT MERAPI

 

Lumajang, Suara Semeru - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya strategi mitigasi menyeluruh pascaerupsi Gunung Semeru. Suharyanto menyarankan agar Lumajang menyiapkan dan menetapkan berbagai lokasi sebagai tempat pengungsian terpusat multifungsi.

“Tempat terpusat ini dapat digunakan sepanjang tahun untuk kegiatan masyarakat sekaligus menjadi lokasi evakuasi aman saat bencana,” ungkapnya.

Ia mencontohkan konsep pembuatan tempat pengungsian terpusat di Gunung Merapi. Dijelaskan bahwa tempat tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas untuk mendukung pengungsian yang lebih tertata, serta meminimalkan risiko bencana, seperti kandang ternak, logistik, dan ruang aktivitas masyarakat.

“Tempat pengungsian terpusat yang terintegrasi akan memastikan warga dapat mengungsi dengan cepat, aman, dan nyaman. Infrastruktur siap, proses penanganan bencana berjalan lebih efektif, serta mitigasi risiko jangka panjang dapat diterapkan,” lanjut Letjen Suharyanto.

Kepala BNPB meminta peningkatan kewaspadaan terhadap erupsi tahunan, terutama bagi warga yang tinggal di zona merah atau kawasan yang dilarang untuk permukiman karena risiko tinggi. Sesuai data BNPB, kejadian erupsi Semeru selama empat tahun terakhir terjadi pada November–Desember dengan skala berbeda setiap tahun, mulai 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, hingga 2025. (har)


Posting Komentar

0 Komentar