Samsul, adik terduga pelaku mengungkapkan, puluhan warga
datang untuk melihat langsung kondisi meninggalnya Rudi Kelvin (terduga pelaku
-red), pasalnya sehari sebelumnya ia ditangkap polisi lantaran diduga terlibat
aksi pencurian hewan (Curwan). Selanjutnya ia beserta keluarga langsung
mendatangi Mapolres Lumajang untuk meminta pertanggungjawaban.
“Kami dari keluarga dapat kabar dari teman pak, bukan dari
polisinya kalau korban sudah meninggal dunia, kami keluarga tidak terima, kami
minta pertanggungjawaban,” ungkapnya.
Keluarga menengarai ada yang tak wajar terhadap kematian
Kevin, karena saat diamankan polisi dari kediamannya, terduga pelaku dalam
kondisi sehat.
“Kemarin sehat pak, kok sekarang malah seperti ini, dan ada
yang melihat kalau Kevin itu dipukuli,” keluhnya.
Meskipun dihadang oleh petugas, puluhan warga memaksa masuk
hingga mendobrak pagar gerbang, sehingga roboh dan masyarakat pun langsung
masuk ke halaman Mapolres Lumajang.
Melihat kericuhan yang semakin memanas petugas pun mengambil
langkah cepat dengan mengamankan beberapa warga yang melakukan aksi protes dan
meminta pertanggungjawaban atas tewasnya keluarganya pasca bekuk polisi.
Menyikapi hal ini, Kasi Pids Sie Humas Polres Lumajang, Ipda
Untoro, membenarkan terkait kedatangan keluarga terduga maling sapi ke Mapolres
Lumjang, menurutnya hal itu bermula dari tewasnya terduga maling sapi yang
awalnya mengelih sakit dalam tahanan dan meningeal saat di RS Bhayangkara
Lumajang. (yon)

0 Komentar