WAKIL KETUA DPRD LUMAJANG, H. AKHMAD, ST: “KIPRAH KARANG TARUNA DI ERA MODERN HARUS TERLIHAT”

    
Sumber: Semeru FM

Geliat Karang Taruna di Kabupaten Lumajang, masih belum berjalan sesuai harapan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang, H. Akhmad, ST., padahal selama ini, suport yang diberikan oleh Dewan sudah maksimal, terutama berkaitan dengan alokasi anggaran.
“Pada era digital seperti sekarang ini, semua kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna, harus diketahui oleh publik, sehingga tidak terkesan bahwa Karang Taruna itu keberadaannya antara ada dan tiada,” ungkapnya, ketika menjadi narasumber di program Dewan Mendengar, Radio Semeru FM, Minggu (9/7).
Hadir pula dalam dialog tersebut, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lumajang, Ir. Indarto dan Pekerja Sosial Muda Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOS P3A) Kabupaten Lumajang, Yuni Trianti, S.Sos. Tema yang diusung adalah “Kiprah Karang Taruna, Antara Ada dan Tiada”.
Sumber: Semeru FM

Ia menambahkan, Dewan sudah merealisasi anggaran yang dibutuhkan oleh Karang Taruna, bahkan ketika anggaran tersebut akan dikurangi karena refoucusing dampak pandemic Covid-19, Dewan sepakat untuk tidak melakukannya, hal tersebut bertujuan agar geliat dari Karang Taruna berjalan sesuai harapan.
Menurutnya, Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan menjadi penting keberadaannya, ketika pemuda atau masyarakat memahami dan menyadari peranannya dalam penanganan masalah sosial. Sebagai organisasi kepemudaan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat, Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan rasa tanggungjawab, dari, oleh dan untuk masyarakat, khususnya generasi muda di desa/kelurahan.
Sumber: Semeru FM

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lumajang, Ir. Indarto mengatakan, bahwa geliat Karang Taruna selama ini memang minim publikasi, hal inilah yang membuat Karang Taruna terkesan ada dan tiada, ke depan, pihaknya akan melakukan langkah berbeda agar semua kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna bisa diketahui kalayak luas.
“Kegiatan kita sebenarnya banyak, hanya saja kita akui masih sangat minim publikasi, contohnya pada penanganan bencana banjir bandang di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro yang terjadi kemarin, semua Karang Taruna berjibaku turun ke lokasi bencana dan bahkan sampai basah karena kehujanan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Indarto juga menjelaskan, bahwa dari 205 Karang Taruna yang tersebar di semua desa/kelurahan, hanya ada 150 Karang Taruna di tingkat desa/kelurahan yang aktif dan memiliki kegiatan rutin, sementara untuk sisanya masih perlu pendampingan.
“Karang Taruna yang aktif dari 205 desa/kelurahan hanya ada 150 mas, sisanya masih perlu pendampingan dan sport dari kita dan Pemerintah Daerah tentunya,” imbuhnya.
Sumber: Semeru FM

Disinggung terkait alokasi anggaran untuk Karang Taruna yang sudah disampaikan berulang kali oleh Dewan, Indarto menyampaikan bahwa besaran anggaran yang diberikan kepada Karang Taruna hanya 123 juta kepada karang Taruna se Kabupaten Lumajang selama satu tahun.
“Sehingga penggunaannya harus benar-benar digunakan seakurat mungkin, agar tidak ada kecemburuan antar satu Karang Taruna dengan Karang Taruna lainnya, karena hanya 123 juta mas, itu yang saya tau,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Pekerja Sosial Muda Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Yuni Trianti, S.Sos. Ia menepis kaitan alokasi anggaran untuk Karang Taruna yang hanya 123 juta, secara umum alokasi anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Daerah sebesar 200 juta, namun setelah dilakukan penataan sesuai juklis dan juknis anggaran untuk Karang Taruna sebesar 167 juta.
“Alokasi anggaran 123 juta per tahun itu mungkin karena rencana refocusing dulu, tapi yang saat ini yang terealisasi ya sebesar 167 juta itu,” tegasnya.
Sumber: Semeru FM

Pada bagian akhir dialog, ke tiga narasumber sama-sama berharap bahwa kehadiran Karang Taruna memiliki peran dalam pembangunan masyarakat, terutama pada peningkatan potensi dan peran aktif generasi muda dalam pembangunan di bidang kesejahteraan social.
Oleh karena itu, Karang Taruna diharapkan mampu mengembangkan serta mencarikan solusi terhadap setiap permasalahan kesejahteraan sosial, perekonomian, serta penguatan integritas dan moral anak bangsa, agar keberadaan Karang Taruna benar-benar memiliki dampak positif dan bisa dirasakan di tengah kehidupan masyarakat. (YONI KRISTIONO) 

Posting Komentar

0 Komentar