DINAS PERTANIAN: AYO KITA WUJUDKAN LUMAJANG BUMI ORGANIK




      Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang terus berupaya mendorong petani untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik, guna memperbaiki kesuburan dan produktivitas lahan pertanian. Selain proram Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih Unggul Bersertifikat (SIGARPUN BULAT) yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini, kini pencanangan Lumajang Bumi Organik juga merupakan program pemerintah dalam rangka mewujudkan Lumajang sebagai lumbung padi organik.
      “Menggunakan pupuk organik dapat menambah kesuburan tanah, serta menjaga kelestarian ekosistem dan habitat. Karena itu, pemerintah terus mendorong petani agar menggunakan pupuk organik. Sehingga cita-cita beliau Bapak Bupati dan Bunda Wabup, untuk mewujudkan Lumajang Bumi Organik bisa segera terlaksana,” kata Ir. Paiman, Plt. Kepala Dinas Pertanian, saat menjadi narasumber talkshow Panorama Pagi Radio Semeru FM, Senin (9/11).
      Paiman mengajak para petani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia telah mengakibatkan ekosistem dan habitat beberapa jenis hewan mengalami kepunahan, sehingga berpotensi meningkatkan serangan hama. “Dengan optimalisasi penggunaan pupuk organik, akan menambah kesuburan tanah. Ini penting untuk kelestarian alam serta lingkungan,” imbuhnya.
      Hal senada juga disampaikan Eko. Diakui, untuk mengubah mindset petani agar suka pupuk anorganik cukup berat. Namun demikian, pihaknya terus berusaha memberikan pemahaman untuk menormalkan kembali lahan pertanian agar tidak rusak akibat penggunaan pupuk anorganik. “Dengan mendorong petani memakai pupuk organik sebagai salah satu langkah untuk meminimalisir ketergantungan petani pada pupuk subsidi,” jelas Eko.
      Dorongan lain adalah dengan menawarkan usaha produksi pupuk organik. Tawaran ini memberikan efektivitas penggunaan pupuk organik dan memberikan kepastian formula pupuk yang beredar. “Dengan demikian, petani tidak hanya mendapatkan manfaat dari pertanian saja, namun juga ekonomi. Dengan membuat pupuk organik, tentunya meningkatkan produktivitas pertanian,” ungkapnya.
 
RANGKUL KAUM MILENIAL AGAR TERJUN DI DUNIA PERTANIAN
      Untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah petani, pemerintah berharap generasi milenial mau menggeluti sektor pertanian. Untuk menggaet generasi milenial di sektor pertanian, setidaknya ada beberapa tahap yang terus digencarkan oleh pemerintah. Salah satunya mengubah mainset dari pola bercocok tanam tradisional menuju sektor pertanian modern.
       Seperti dikatakan Paiman, untuk mengajak kaum milenial ikut bergelut dibidang pertanian, berbagai terobosan telah dilakukan. Salah satunya membidik para pelajar. Ia mengatakan program ini menekankan edukasi pertanian dan memperkenalkan siswa dengan berbagai alat mesin pertanian. Siswa diperkenalkan bagaimana cara petani mengerjakan lahan pertaniannya, mulai dari membajak hingga panen.
      “Program ini sebagai ajang menyampaikan kepada siswa bahwa bertani itu mudah dan bergengsi. Namun karena terhalang pandemi, untuk sementara waktu program yang kita gagas ini masih terhenti,” jelasnya.
      Pada bagian akhir dialog, baik itu Ir. Paiman, Ir. Sudjono, MP dan Eko Sugeng Prasetyo, MP., sama-sama berharap, agar petani muda atau yang biasa disebut milenial, mutlak harus terus bertambah jumlahnya. Sebab, generasi muda akan lebih dekat dengan teknologi, sehingga akan muncul banyak inovasi yang bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan usaha di bidang pertanian. “Program ini bertujuan agar generasi muda mau menjadi petani yang menguasai teknologi terbarukan. Sehingga peluang maju melalui hasil pertanian akan terbuka lebar,” pungkasnya. (YONI)

 

Posting Komentar

0 Komentar