SEMINAR PENDIDIKAN ONLINE OLEH SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN PUGER BERSAMA DINAS PENDIDIKAN LUMAJANG, DIAPRESIASI WARGA NET


      Seminar pendidikan yang dilakukan secara daring atau online dan live di Radio Semeru FM pada Selasa (9/6) pagi, oleh SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember dan Dinas Pendidikan Lumajang, di hall Radio Semeru FM, mendapat banyak apresiasi dari warga net.
      Apalagi dalam seminar yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Drs. H. Agus Salim, M.Pd., tersebut, tema yang diusung “Menguatkan Pendidikan Karakter Siswa dalam Menghadapi Kenormalan Baru", cukup menarik perhatian kalangan pelajar dan juga orang tua yang hendak menyekolahkan putra puterinya, baik itu yang ada di Kabupaten Lumajang maupun di Kabupaten Jember.
      Pada kesempatan itu, Drs. H. Agus Salim, M.Pd., mengatakan, meskipun belum ada regulasi yang mengatur terkait dengan masuknya peserta didik di tengah pandemi covid-19, pihaknya sudah menyiapkan berbagai terobosan sesuai protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah. "Dengan adanya seminar online ini, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana proses pendidikan di masa pandemi nanti," ungkapnya.


      Hadir pula dan ikut menjadi narasumber dalam acara tersebut Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si., selaku Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember, Drs. Suryadi, M.Pd Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Lumajang, dan Moderator Dian Wardani Nafisah, S.Pd.
      Hal senada juga dikatakan Drs. Suryadi, M.Pd., Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Lumajang. Ketika menjadi pemateri, ia mengatakan sesuai regulasi SE No. 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan, dalam masa darurat penyebaran covid-19. Kemudian SE Sesjen Kemendikbud No. 15 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah, dalam masa darurat penyebaran covid-19.
      Pemerintah Kabupaten Lumajang langsung meresposnya, dengan mengeluarkan Keputusan Bupati No. 92 Tahun 2020 tentang status siaga darurat cobid-19 dan Perbub No. 16 Tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan covid-19. “Atas dasar aturan tersebut diatas, Dinas Pendidikan Lumajang di masa pandemi covid-19, melakukan proses pembelajaran secara daring," ungkapnya.

"Hasil kegiatan belajar mengajar dalam masa darurat penyebaran corona, kita lakukan secara daring melalui program TVRI, penggunaan IT dalam PJJ (google classroom, whatApp, quizziz, web sekolah) melalui aplikasi zoom dan cisco webex, dan penyelenggaraan pendalaman bagi kelas IX SMP dan kelas VI SD secara online," lanjutnya

KENORMALAN BARU
      Pandemi virus corona, memaksa masyarakat harus beradaptasi dalam kehidupan kenormalan baru. Hal tersebut disampaikan Drs. Suryadi, M.Pd. Menurutnya, mulai saat ini masyarakat dituntut beradaptasi di tengah pandemi, dengan cara wajib menggunakan masker ketika hendak keluar rumah, selalu cuci tangan dan menjaga jarak fisik, ketika berada di tempat yang ramai.
      Terkait dengan lembaga pendidikan dalam menghadapi pandemi di era kenormalan baru ini, menurutnya, Dinas Pendidikan Lumajang sudah melakukan sosialisasi kepada pihak sekolah, baik itu jenjang SD sampai SMP. Peserta didik dan guru yang hendak keluar rumah, diwajibkan menggunakan pelindung wajah, masker, jaket dan sarung tangan. "Siapkan hand sanitizer, masker cadangan, tisu dan kelengkapan lain ketika hendak keluar," pintanya.
      Sementara dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), prinsip yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Lumajang ialah wajib memastikan terpenuhinya tujuan pendidikan di masa pandemi, "Penataan tata ruang yang ideal menurut kami ialah, satu meja, satu siswa dan satu kursi," tegasnya.
Lembaga pendidikan yang sudah siap menerapkan proses belajar mengajar dengan sistem tersebut ada 71 SMP Negeri dan 58 SMP swasta yang tersebar di Lumajang. Sekolah-sekolah tersebut sudah mengarah ke proses pembelajaran normal baru dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.      "Bagi sekolah yang belum siap memberlakukan sistem satu meja, satu siswa dan satu kursi, bisa menata dengan sistem lainnya, misalnya siswanya ketika hendak masuk sekolah wajib bergantian, karena keterbatasan sarana dan prasarana," jelasnya.
      Pada sesempatan yang sama, Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si., selaku Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember, cukup mengapresiasi, berbagai langkah yang sudah ditempuh oleh Dinas Pendidikan Lumajang terutama dalam menghadapi pandemi corona di tengah kenormalan baru.
"Kami sangat mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Dinas Pendidikan Lumajang, namun perlu digaris bawahi, selain kesiapan sarana dan prasarana, kejujuran dan disiplin bagi peserta didik dan guru, harus tetap dimaksimalkan," ungkapnya.


PENDIDIKAN KARAKTER
      Untuk memaksimalkan proses belajar mengajar baik jenjang SD maupun SMP, Dinas Pendidikan Lumajang masih kata Drs. Suryadi, M.Pd., sudah memaksimalkan pembelajaran karakter. Dari 18 karakter yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, semuanya sudah diterapkan dengan optimal di Lumajang.
      Mulai karakter religius, jujur, toleransi, didiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau berkomunikasi, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social dan tanggungjawab. "Semua sudah kita terapkan dengan baik," ungkapnya.
      Menyikapi pendidikan karakter, Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si., selaku Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember, menuturkan bahwa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, dari awal para siswa masuk sudah diajari disiplin korp. Ini dilakukan, agar peserta didik memiliki disiplin tinggi dan beratanggungjawab.
      Kenapa disiplin korp sangat diprioritaskan? Karena di SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember, para siswa akan diajari pengetahuan kemaritiman yang semuanya berstandar internasional. "Mereka diberi kecakapan, digembleng spiritual mentalnya sebagai pondasi ketrampilan skill yang kompeten di bidangnya," tegasnya.
      Dengan pondasi spiritual seperti itu, para taruna punya semangat tinggi dan mampu bersaing, punya kompetensi, punya ilmu spiritual, terampil terstandar berani menghadapi tantangan. "Dalam membentuk pendidikan karakter, waktu yang kita butuhkan selama 1 bulan penuh, tidak 1-3 hari seperti sekolah pada umumnya. Karena bagi kami, pendidikan karakter sangatlah penting," kata Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si.
     
Di akhir kegiatan seminar pendidikan online, baik Drs. Suryadi, M.Pd, mupun Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si., sama-sama berharap, pandemi covid-19 segera berlalu dari bumi Indonesia agar aktifitas belajar mengajar bisa kembali pulih seperti semula. (YONI)

 
Berkat pendidikan karakter selama 1 bulan tersebut, para peserta didik di sekolahnya, berani ke Korea, Jepang dan bahkan berani menempuh beasiswa kuliah ke China. “Ini contoh bahwa inspirasi, motivasi, semangat menghadapi tantangan, dimiliki oleh mereka," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar