Lumajang, Suara Semeru – Di tengah hamparan lahan pertanian
Kecamatan Randuagung, seragam cokelat Polri tampak membaur dengan para petani
pada Sabtu (24/10/2026). Bukan untuk menggelar operasi penegakan hukum
konvensional, melainkan sebuah manuver strategis: mengawal kedaulatan pangan.
Polsek Randuagung, dibawah komando Kapolres Lumajang,
mengambil langkah progresif dengan menerjemahkan program Asta Cita Presiden
Republik Indonesia ke dalam aksi nyata di tingkat akar rumput. Fokus utamanya
adalah ketahanan pangan, sebuah isu yang kini tidak lagi hanya urusan dinas
pertanian, melainkan telah bertransformasi menjadi isu keamanan dan stabilitas
nasional yang dikawal langsung oleh aparat kewilayahan.
TRANSFORMASI PERAN POLRI: DARI KEAMANAN FISIK KE KETAHANAN
EKONOMI
Kapolsek Randuagung, Iptu Edi Kuswanto, menegaskan bahwa
pendampingan yang dilakukan oleh Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas bukan sekadar
seremonial. Ini adalah bentuk deteksi dini dan pencegahan (pre-emtif) terhadap
potensi gangguan stabilitas yang bermula dari krisis pangan.
"Kehadiran Kanit Binmas dan
Bhabinkamtibmas di lapangan adalah bentuk komitmen Polsek Randuagung dalam
mengawal Program Asta Cita Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan
nasional," ujar Iptu Edi Kuswanto di sela-sela peninjauan, Sabtu
(24/10/2026).
Langkah ini menandakan pergeseran paradigma kepolisian yang
tidak hanya responsif terhadap kejahatan jalanan, tetapi juga proaktif terhadap
kerentanan sosial-ekonomi. Ketika panen gagal atau distribusi terhambat akibat
gangguan keamanan, dampak inflasi dan kelangkaan pangan dapat memicu gejolak
sosial. Oleh karena itu, kehadiran polisi di lahan jagung adalah upaya
"menjaga gawang" stabilitas negara dari level desa.
MITIGASI HAMBATAN DAN PEMBERDAYAAN PEKARANGAN
Dalam pemantauannya, Polsek Randuagung tidak hanya melihat
fisik tanaman, tetapi juga memetakan potensi hambatan. Iptu Edi menjelaskan bahwa
pendampingan berkala bertujuan memitigasi risiko, mulai dari potensi pencurian
hasil panen hingga konflik sumber daya air irigasi.
"Pendampingan ini bertujuan memastikan tanaman jagung
warga tumbuh baik. Kami juga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah
untuk mendukung pangan bergizi secara mandiri," jelasnya.
Instruksi untuk mengoptimalkan pekarangan rumah menunjukkan
visi ketahanan pangan yang terdesentralisasi. Jika setiap rumah tangga mampu
memproduksi pangan dasar secara mandiri melalui pekarangan, maka beban
ketahanan pangan nasional akan tertopang oleh kekuatan kolektif masyarakat,
bukan hanya bergantung pada pasokan industri pertanian besar.
SINERGITAS DESA MENUJU SWASEMBADA
Apa yang dilakukan di Randuagung ini menjadi model percontohan
bagaimana sinergitas antara kepolisian, pemerintah desa, dan petani dapat
bekerja. Bhabinkamtibmas bertindak sebagai jembatan komunikasi, memastikan
keluhan petani mengenai keamanan atau gangguan hama yang bersifat kriminal
dapat ditangani segera.
"Dengan gotong royong dan pendampingan yang konsisten,
kita optimistis target swasembada pangan nasional dapat terwujud optimal,"
pungkas Iptu Edi Kuswanto.
Di tahun 2026 ini, wajah Polri di Randuagung membuktikan
bahwa menjaga negara tidak selalu harus dengan perisai dan gas air mata, tetapi
terkadang cukup dengan memastikan rumpun jagung di tanah Lumajang tumbuh subur
dan panen petani aman dari gangguan. Ini adalah implementasi nyata Asta Cita:
Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong
royong. (yon)


0 Komentar