Pengamanan dilakukan
setelah aksi penutupan akses jalan tersebut berlangsung selama kurang lebih
satu pekan dan berdampak terhadap mobilitas warga serta aktivitas operasional
perkebunan.
Kapolres Lumajang
AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, pihaknya telah menyiapkan
kekuatan personel secara maksimal dengan dukungan personel bantuan kendali
operasi (BKO) dari sejumlah Polres jajaran serta Satuan Brimob Polda Jawa
Timur.
“Negara hadir untuk
memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta menjaga situasi tetap
kondusif. Pengamanan ini kami siapkan untuk mengantisipasi eskalasi massa dan
menjaga kamtibmas. Kami mengerahkan kekuatan yang diperlukan dengan tetap
mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tindakan yang terukur,” ujar
AKBP Riki Yariandi.
Dalam penanganan
aksi tersebut, polisi juga melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang
diduga menjadi provokator pemblokadean jalan. Hasilnya, dua orang terduga
pelaku yang diduga terlibat dalam aksi blokade akses jalan utama perkebunan PT
Kalijeruk Baru berhasil diamankan oleh Polres Lumajang.
Kapolres Lumajang
membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah kepolisian
dilakukan sebagai bagian dari penanganan aksi yang berpotensi mengganggu
keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Benar, kami telah
mengamankan pihak yang diduga menjadi provokator dalam aksi pemblokadean jalan
di kawasan perkebunan PT Kalijeruk Baru,” tegasnya.
Menurut AKBP Riki
Yariandi, berdasarkan pemeriksaan awal, aksi pemblokadean yang berlangsung
sekitar satu pekan tersebut diduga berkaitan dengan tuntutan agar perusahaan
merespons permintaan terkait program tanggung jawab sosial perusahaan
(Corporate Social Responsibility/CSR) dan kerja sama lahan plasma.
Hingga kini, polisi
masih melakukan pengembangan untuk mendalami keterlibatan pihak lain dalam aksi
tersebut. Pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat juga terus
dilakukan.
Polres Lumajang
menegaskan bahwa pengamanan akan terus dilakukan dengan mengedepankan langkah
persuasif dan profesional guna menjaga situasi tetap aman, mencegah eskalasi
konflik, serta memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu. (yon)

0 Komentar