KAWAL SWASEMBADA PANGAN DI LERENG SEMERU, KAPOLSEK SENDURO PERANGI ALIH FUNGSI LAHAN DAN ANCAMAN GAGAL PANEN

 

Lumajang, Suara Semeru – Ketahanan pangan bukan lagi sekadar urusan dinas pertanian, melainkan telah bertransformasi menjadi isu keamanan dan kedaulatan nasional. Menyikapi hal tersebut, Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, bersama jajaran Bhabinkamtibmas Polres Lumajang melakukan operasi pemetaan dan pengawalan langsung di sentra-sentra pertanian dan pekarangan pangan warga di Kecamatan Senduro, Senin (12/10/2026).

Langkah turun ke lapangan ini bukan sekadar seremoni penyambutan Program Asta Cita Presiden RI, melainkan sebuah manuver taktis Polri untuk mengamankan rantai pasok pangan dari tingkat akar rumput. Wilayah Senduro yang berada di lereng Gunung Semeru memiliki topografi unik dengan potensi hortikultura tinggi, namun sangat rentan terhadap ancaman perubahan iklim, gagal panen, hingga praktik mafia pupuk dan alih fungsi lahan.

AKP Wahono Pudji Santoso menegaskan, kehadiran Polri di tengah areal pertanian adalah bentuk intervensi negara untuk memastikan ekosistem pertanian tetap sehat dan bebas dari gangguan kriminalitas maupun kelangkaan artifisial.

"Kami tidak hanya melihat kondisi fisik vegetasi, kami sedang mengaudit keamanan rantai pasok pangan di tingkat desa. Polri hadir untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan pupuk bersubsidi, mafia pangan, maupun alih fungsi lahan pertanian produktif yang merugikan petani dan menghambat target swasembada nasional," tegas AKP Wahono di sela-sela dialognya dengan para ketua kelompok tani.

MEMETAKAN KERENTANAN DI LERENG SEMERU

Dalam peninjauan mendalam tersebut, jajaran Polsek Senduro menemukan sejumlah catatan kritis yang memerlukan intervensi lintas sektor. Berdasarkan pemetaan Bhabinkamtibmas, tantangan utama petani di Senduro saat ini bukan hanya pada hama, melainkan pada manajemen tata air (irigasi) di lahan miring dan fluktuasi cuaca ekstrem yang mengancam masa tanam.

"Kami menyerap aspirasi langsung. Keluhan utama adalah distribusi air irigasi yang belum merata hingga ke petak lahan teratas, serta keterlambatan bantuan sarana pertanian. Ini adalah celah yang bisa memicu gagal panen dan berujung pada inflasi daerah," tambah AKP Wahono.

Oleh karena itu, Polsek Senduro tidak bekerja sendiri. Kepolisian sedang membangun Early Warning System (Sistem Peringatan Dini) bersama Dinas Pertanian, Dinas PUPR, dan pemerintah desa. Jika ditemukan indikasi kelangkaan pupuk atau kerusakan infrastruktur irigasi yang dibiarkan, Polri akan mengambil langkah penegakan hukum atau mendorong kebijakan darurat.

SINERGI MELAWAN ANCAMAN IKLIM DAN KRIMINALITAS

Pendampingan intensif ini difokuskan pada pengamanan siklus tanam komoditas strategis seperti bawang merah, cabai, dan sayur-mayur yang menjadi tulang punggung ekonomi warga lereng Semeru. Polri berkomitmen mengawal penyaluran bantuan pemerintah agar tepat sasaran, sekaligus memberikan rasa aman bagi petani dari ancaman pencurian hasil panen yang kerap terjadi di musim raya.

"Sinergi antara intelijen kepolisian di tingkat desa (Bhabinkamtibmas) dengan kearifan lokal petani adalah kunci. Kami akan memetakan kelompok tani mana yang rawan terdampak gagal panen akibat iklim, sehingga pemerintah bisa segera memberikan mitigasi asuransi atau bantuan benih," pungkas AKP Wahono.

Dengan pendekatan yang lebih tajam dan berorientasi pada penyelesaian masalah struktural ini, Polsek Senduro berharap kawasan lereng Semeru tidak hanya menjadi objek kunjungan, melainkan bertransformasi menjadi lumbung pangan nasional yang mandiri, aman, dan sejahtera. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa di era Asta Cita, negara hadir secara nyata untuk melindungi kedaulatan pangan dari ancaman internal maupun eksternal. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar