HARI KESAKTIAN PANCASILA, DPRD LUMAJANG TEKANKAN PERSATUAN SEBAGAI MODAL PEMBANGUNAN

 

Lumajang, Suara Semeru — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Lumajang tidak berhenti pada seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan, gotong royong, dan kemampuan merawat keberagaman merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Pesan itu mengemuka dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang di Alun-Alun Kabupaten Lumajang. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Hj. Oktafiyani, S.H., M.H., turut hadir bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD. Upacara dipimpin Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., selaku inspektur upacara.

Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat juga hadir, di antaranya Bupati Lumajang Hj. Indah Amperawati, M.Si., Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, personel TNI-Polri, ASN, pelajar, hingga mahasiswa.

Salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara adalah pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lumajang Eko Adis Prayoga, S.E., dipercaya membacakan ikrar tersebut di hadapan peserta upacara.

Usai membacakan ikrar, Eko menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila semestinya tidak dimaknai sebatas agenda seremonial. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, harus hadir dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam cara masyarakat menyikapi perbedaan.

“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan bukan menjadi alasan untuk terpecah, justru menjadi kekuatan untuk membangun Lumajang bersama-sama,” ujar Eko, Jum’at 2 Oktober 2026.

PERSATUAN BUKAN SEKADAR SLOGAN

Menurut Eko, tantangan menjaga persatuan semakin membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Keberagaman latar belakang, pandangan, maupun kepentingan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, tetapi dikelola sebagai kekuatan bersama.

Karena itu, menjaga suasana yang aman, rukun, dan saling menghargai dinilai bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau aparat keamanan. Masyarakat, lembaga legislatif, generasi muda, hingga seluruh unsur pemerintahan memiliki tanggung jawab sesuai perannya masing-masing.

“Sebagai bagian dari lembaga DPRD, kami tentu memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga semangat kebersamaan. Pemerintah, DPRD, masyarakat, generasi muda, TNI dan Polri harus berjalan bersama sesuai peran masing-masing,” katanya.

Pesan tersebut menjadi relevan karena pembangunan daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya program maupun anggaran. Tanpa kondisi sosial yang solid, berbagai agenda pembangunan berpotensi kehilangan dukungan dan partisipasi masyarakat.

PANCASILA DAN ARAH PEMBANGUNAN LUMAJANG

Eko berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pembangunan Lumajang merupakan tanggung jawab bersama.

Gotong royong, menurutnya, perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata: membangun komunikasi, menghormati perbedaan, menjaga ketertiban, serta membuka ruang bagi seluruh kelompok masyarakat untuk ikut berkontribusi.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Ketua DPRD dan jajaran pimpinan DPRD dalam upacara bukan sekadar memenuhi agenda kelembagaan. Kehadiran tersebut juga menegaskan posisi lembaga legislatif dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan dengan unsur pemerintahan serta masyarakat.

Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” pun tidak berhenti sebagai slogan. Bagi Lumajang, semangat persatuan dapat menjadi fondasi sosial untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Sebab, membangun Lumajang bukan hanya perkara menghadirkan program dan mengalokasikan anggaran. Lebih dari itu, pembangunan membutuhkan masyarakat yang mampu menjaga kebersamaan di tengah perbedaan.

Pancasila menjadi titik temu. Persatuan menjadi kekuatan. Dan gotong royong menjadi energi untuk terus membangun Lumajang. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar