Lumajang, Suara Semeru - Keberhasilan Desa Tempeh Tengah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatat angka stunting 0 persen menjadi dorongan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga. Edukasi gizi, pendampingan kader, serta kolaborasi antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan dinilai penting untuk menjaga tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan
dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji
Kusuma, saat menghadiri Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten
Lumajang di Kantor Kepala Desa Tempeh Tengah, Rabu (14/10/2026).
Dewi menegaskan, upaya mewujudkan desa bebas stunting tidak
dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan komitmen
bersama antara kader PKK, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat
agar program pencegahan berjalan secara berkelanjutan.
“Selanjutnya mari saling menguatkan, terutama dalam
mewujudkan ‘Desa Bebas Stunting’ di Kabupaten Lumajang. Ini membutuhkan kerja
bersama, koordinasi dan komitmen dari semua pihak,” ujar Dewi.
Menurut Dewi, kader PKK memiliki peran strategis dalam
pencegahan stunting karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan
masyarakat. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman
mengenai pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya pencegahan
stunting sejak dini.
Edukasi dimulai dari keluarga
Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan
hingga anak memasuki usia balita. Upaya tersebut antara lain melalui pemenuhan
gizi ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan secara berkala, penerapan pola asuh
yang tepat, serta pemanfaatan layanan kesehatan dasar.
Karena itu, keluarga perlu memperoleh informasi yang benar
mengenai kesehatan dan gizi anak. Pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan
juga diperlukan agar orang tua dapat mengenali dan memenuhi kebutuhan tumbuh
kembang anak.
Dalam pelaksanaannya, kader PKK dapat bekerja sama dengan
pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu untuk memperluas edukasi
serta pendampingan kepada keluarga. Sinergi tersebut diharapkan mempermudah
masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan ibu dan anak.
Evaluasi berkala juga diperlukan untuk mengetahui
pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu
diperbaiki. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dapat disesuaikan dengan
kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap desa.
Jadi motivasi bagi desa lain
Capaian Desa Tempeh Tengah diharapkan menjadi motivasi bagi
desa-desa lain di Kabupaten Lumajang untuk memperkuat langkah pencegahan
stunting. Pengalaman tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan
keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung kesehatan anak.
Dewi berharap semangat kebersamaan seluruh pihak dapat terus
terjaga sehingga upaya mewujudkan desa bebas stunting di Kabupaten Lumajang
berjalan secara berkelanjutan.
Melalui keterlibatan keluarga, kader PKK, pemerintah desa,
dan tenaga kesehatan, pencegahan stunting diharapkan tidak hanya menjadi
program, tetapi juga bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat dalam
mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.(har)

0 Komentar