STOK DUA SPBU RANDUAGUNG MASIH AMAN, POLISI INGATKAN WARGA TAK PANIC BUYING

Lumajang, Suara Semeru — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dua SPBU wilayah Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih mencukupi. Di tengah kekhawatiran masyarakat terkait pasokan Pertalite, kondisi antrean di kedua SPBU tersebut juga terpantau normal.

Kepastian itu diperoleh setelah anggota Polsek Randuagung melakukan pengecekan langsung terhadap stok BBM dan situasi pelayanan di SPBU 54.673.14 Desa Tunjung serta SPBU 54.673.08 Desa Banyuputih Lor.

Kapolsek Randuagung Iptu Edi Kuswanto mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan stok BBM di kedua SPBU masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dari hasil pemantauan, stok BBM di kedua SPBU masih sangat mencukupi. Kondisi antrean juga normal dan situasi selama kegiatan berlangsung aman, tertib dan terkendali,” kata Edi, Kamis 10 September 2026.

STOK PERTALITE RIBUAN LITER

Di SPBU 54.673.14 Desa Tunjung, tercatat tersedia 18.019 liter Pertalite, 14.400 liter Pertamax, dan 21.300 liter Bio Solar.

Sementara di SPBU 54.673.08 Desa Banyuputih Lor, stok yang tersedia terdiri atas 10.777 liter Pertalite, 7.815 liter Pertamax, 13.269 liter Bio Solar, serta 3.038 liter Pertamina Dex.

Data tersebut menunjukkan bahwa untuk saat pemantauan dilakukan, pasokan di dua SPBU tersebut masih berada pada kondisi yang dinilai mencukupi.

Namun, persoalan distribusi belum sepenuhnya selesai. Pengelola SPBU menyampaikan masih terjadi keterlambatan pengiriman BBM dari Depo Surabaya.

Keterlambatan inilah yang menjadi perhatian polisi. Sebab, apabila distribusi tidak berjalan sesuai jadwal sementara konsumsi masyarakat meningkat, kondisi tersebut berpotensi memicu antrean dan menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

POLISI CEGAH KEPANIKAN

Edi mengatakan kepolisian tidak hanya memantau jumlah stok, tetapi juga mengantisipasi munculnya keresahan akibat informasi mengenai kelangkaan BBM.

Masyarakat diminta tidak menjadikan kekhawatiran sebagai alasan untuk membeli BBM dalam jumlah berlebihan. Menurut polisi, pembelian yang tidak sesuai kebutuhan justru dapat mempercepat berkurangnya stok di SPBU dan berpotensi memperpanjang antrean.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Jika terjadi antrean panjang, kami meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban,” ujarnya.

Imbauan tersebut menjadi penting di tengah adanya gangguan distribusi di sejumlah wilayah. Kondisi stok yang sebenarnya masih tersedia dapat berubah cepat apabila terjadi lonjakan konsumsi akibat panic buying.

Dengan kata lain, menjaga kestabilan pasokan tidak hanya bergantung pada kelancaran distribusi, tetapi juga pada perilaku konsumen agar tidak terjadi pembelian berlebihan.

MONITORING BERLANJUT

Selain mengecek stok dan antrean, anggota Polsek Randuagung juga memberikan sosialisasi layanan kepolisian 110 kepada masyarakat.

Edi menegaskan pemantauan di SPBU akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan stok sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan aman dan kondusif.

“Polsek Randuagung akan terus melakukan monitoring di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak pengelola apabila terdapat perkembangan terkait ketersediaan BBM,” pungkasnya. (yon)



Posting Komentar

0 Komentar