Lumajang, Suara Semeru — Pembinaan pegawai di lingkungan Perhutani bukan sekadar agenda rutin. Di balik kegiatan tersebut, ada tuntutan untuk memastikan setiap lini bekerja sesuai tanggung jawab, mampu berkomunikasi secara efektif, sekaligus bergerak dalam satu arah untuk mencapai target perusahaan.
Waka Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Lumajang, Soegiharto Aries Soebagiyo, menegaskan, pembinaan terhadap pegawai mulai dari jajaran Asisten Perhutani (Asper) hingga Mantri merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas kinerja di lapangan.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu fondasi utama. Persoalan di wilayah kerja tidak cukup hanya diselesaikan melalui laporan administratif, tetapi membutuhkan koordinasi yang kuat antara jajaran pimpinan dan petugas yang bersentuhan langsung dengan kondisi lapangan.
“Pembinaan ini merupakan bentuk komunikasi dan tanggung jawab. Bagaimana kita mengoptimalkan kinerja dan mencapai target yang telah ditetapkan,” tegasnya, Jum'at 18 September 2026.
Ia menekankan, jajaran Asper hingga Mantri memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan tugas di wilayah kerja masing-masing. Mereka dituntut tidak hanya memahami target, tetapi juga mampu membaca kondisi lapangan dan mengambil langkah sesuai tanggung jawabnya.
Pembinaan juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat koordinasi antarpersonel. Dengan komunikasi yang berjalan baik, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
“Setiap pegawai mempunyai tanggung jawab masing-masing. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun agar pelaksanaan tugas tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, optimalisasi kinerja tidak bisa hanya dibebankan kepada satu bagian. Capaian target merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan kedisiplinan, koordinasi dan konsistensi seluruh jajaran.
Karena itu, pembinaan pegawai menjadi bagian penting untuk memastikan instruksi dan target organisasi benar-benar dipahami hingga tingkat pelaksana di lapangan.
Bagi SKPH Lumajang, target bukan sekadar angka yang harus dicapai. Di baliknya terdapat tanggung jawab organisasi yang menuntut setiap personel bekerja terukur, terkoordinasi dan mampu mempertanggungjawabkan tugasnya. (yon)

.jpeg)
0 Komentar