Lumajang, Suara Semeru - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang diterima melalui pesan maupun iklan digital. Tautan dari sumber yang tak jelas berpotensi mengarahkan pengguna ke situs palsu dan menjadi pintu masuk pencurian data pribadi.
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi
dan Persandian Diskominfo Lumajang, Ricko Dharma Putra, mengatakan kewaspadaan
menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan akun dan perangkat digital.
Menurut dia, salah satu ancaman yang perlu dikenali adalah
phishing, yakni modus untuk memperoleh informasi sensitif melalui tautan,
pesan, atau situs yang dibuat menyerupai layanan resmi.
Phishing, kata Ricko, kerap dikemas dalam bentuk penawaran
yang menarik atau pesan yang membuat penerima merasa harus segera bertindak. Karena
itu, masyarakat diminta memeriksa sumber informasi sebelum mengeklik tautan.
“Phishing dapat memanfaatkan berbagai situasi, termasuk
iklan atau penawaran yang menarik perhatian masyarakat. Karena itu, jangan
mudah mengeklik tautan dari sumber yang tidak jelas, termasuk yang berkaitan
dengan judol maupun jual beli obat kuat,” ujar Ricko, Rabu, 9 September 2026.
Jangan Berikan Data Pribadi
Ricko mengatakan risiko semakin besar ketika pengguna
mengikuti instruksi pada tautan dan kemudian diminta memasukkan data pribadi,
melakukan transaksi, atau memberikan informasi rahasia.
Ia meminta masyarakat memastikan terlebih dahulu asal tautan
sebelum melakukan tindakan apa pun.
“Jika masyarakat mengklik tautan iklan dari sumber yang
tidak jelas, itu memiliki risiko. Sebelum mengeklik, pastikan terlebih dahulu
sumbernya dan jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat
dipercaya,” katanya.
Selain berhati-hati terhadap tautan, masyarakat diminta
memperkuat keamanan akun dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan
autentikasi berlapis. Kode one-time password (OTP) juga harus dirahasiakan dan
tidak diberikan kepada siapa pun.
Pengelolaan akun lama juga perlu menjadi perhatian. Akun
digital yang sudah tidak digunakan, terutama yang masih menyimpan informasi
pribadi, sebaiknya dipertimbangkan untuk dihapus.
Keamanan Siber Dimulai dari Kebiasaan
Ricko menilai keamanan siber tidak hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah atau penyedia layanan digital. Pengguna juga memiliki peran
penting dalam mencegah kebocoran data melalui kebiasaan yang lebih aman.
“Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau
penyedia layanan. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kebiasaan
digital yang aman,” ujar Ricko.
Diskominfo Lumajang mendorong masyarakat menjadikan keamanan
digital sebagai kebiasaan sehari-hari. Memeriksa sumber tautan, mengaktifkan
autentikasi berlapis, menjaga kerahasiaan OTP, menggunakan kata sandi kuat, dan
mengelola akun secara berkala menjadi langkah sederhana untuk melindungi data
pribadi di ruang digital. (har)

0 Komentar