LESTARIKAN BUDAYA, BINTANG ASTRANOVA ITB WIGA 2026 SUGUHKAN TARIAN KOLOSAL TOPENG KALIWUNGU

 

Lumajang, Suara Semeru – Lapangan kampus Institut Teknologi Widya Gama (ITB WiGa) Lumajang mendadak berubah menjadi panggung budaya, Kamis (17/9/2026).

Ratusan mahasiswa baru yang tergabung dalam Bintang Astranova ITB WiGa 2026 tampil dalam balutan pertunjukan kolosal Tari Topeng Kaliwungu. Gerakan yang dilakukan secara serentak menciptakan sebuah pertunjukan massal yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kesenian tradisional di tengah derasnya budaya modern.

Para undangan yang menyaksikan pertunjukan tersebut tampak terpukau. Tepuk tangan panjang pun membahana ketika ratusan mahasiswa mengakhiri rangkaian gerakan tari.

Hadir dalam kegiatan itu Rektor ITB WiGa Lumajang, Dr. Khoirul Ifa, SE., MSE, beserta jajaran rektorat, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Semeru (YPPS) Kasno, SE., MM, pejabat struktural kampus, pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa), serta mahasiswa.

Bagi ITB WiGa, penampilan Tari Topeng Kaliwungu bukan sekadar bagian dari rangkaian kegiatan mahasiswa baru. Pertunjukan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr. Khoirul Ifa mengatakan, pihaknya menyambut positif pagelaran tari kolosal tersebut.

“Ini merupakan wujud nyata untuk menumbuhkan rasa turut melestarikan Tari Topeng Kaliwungu yang asli Lumajang,” kata Khoirul.

Menurutnya, pelestarian budaya lokal maupun nasional membutuhkan keterlibatan generasi muda. Kampus, kata dia, memiliki ruang strategis untuk menumbuhkan kepedulian tersebut melalui berbagai aktivitas mahasiswa.

“Sebagai langkah serius, kampus ITB Widya Gama Lumajang telah memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa khusus tari,” ujarnya.

Mata Berkaca-kaca Sang Pewaris

Ada pemandangan lain yang tak kalah menarik di tengah kemeriahan pertunjukan.

Windy Meiliyah, S.Sn., Gr., generasi ketiga pewaris dan pelestari Tari Topeng Kaliwungu, tampak berkaca-kaca menyaksikan ratusan mahasiswa membawakan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun tersebut.

Sesekali Windy memberikan tepuk tangan. Tatapannya mengikuti setiap gerakan para penari yang memenuhi lapangan kampus.

Bagi Windy, melihat Tari Topeng Kaliwungu dimainkan secara kolosal oleh mahasiswa menjadi pengalaman emosional tersendiri.

Ia bahkan turun langsung dari panggung untuk memberikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah menampilkan tarian tersebut.

“Terharu, kampus ITB Widya Gama Lumajang mampu dan sukses menggelar Tari Topeng Kaliwungu secara kolosal,” ungkap Windy dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, tidak semua lembaga memiliki inisiatif untuk mengangkat kesenian khas Lumajang ke ruang publik, terlebih dengan melibatkan ratusan generasi muda.

Apresiasi terhadap upaya tersebut kemudian diwujudkan ITB WiGa dengan memberikan penghargaan kepada Generasi Ketiga Pewaris dan Pelestari Kesenian Tari Topeng Kaliwungu Khas Kabupaten Lumajang, Windy Meiliyah, S.Sn., Gr.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor ITB WiGa Lumajang, Dr. Khoirul Ifa, SE., MSE.

Ketika Kampus Menjadi Panggung Budaya

Tari Topeng Kaliwungu merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di wilayah Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kesenian tersebut menjadi bagian dari kekayaan seni dan budaya masyarakat setempat.

Penampilan ratusan mahasiswa baru ITB WiGa menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus berlangsung di panggung-panggung kesenian tradisional.

Kampus pun dapat menjadi ruang untuk mempertemukan warisan budaya dengan generasi muda.

Di lapangan kampus ITB WiGa hari itu, ratusan Bintang Astranova bukan hanya menampilkan sebuah tarian. Mereka turut membawa sebuah pesan: budaya lokal akan tetap hidup ketika generasi mudanya mau mengenal, mencintai, dan ikut menjaganya. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar