Lumajang, Suara Semeru – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan di tingkat pusat. Di tingkat desa, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan menggerakkan masyarakat dan memastikan lahan pertanian tetap produktif.
Hal itu yang dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Ranuyoso, Polres Lumajang. Personel turun langsung mendampingi warga dalam penanaman jagung sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi, Minggu (13/9/2026).
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan yang dimulai dari tingkat desa.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani bukan sekadar seremonial. Petugas berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi tanaman, proses perawatan, hingga berbagai kendala yang berpotensi menghambat produktivitas pertanian.
Kapolsek Ranuyoso AKP Sajito menegaskan, keterlibatan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri agar masyarakat tetap produktif sekaligus mampu mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki.
“Bhabinkamtibmas hadir untuk memberikan pendampingan dan semangat kepada petani agar lahannya terus produktif. Kami juga menyerap berbagai kendala yang dihadapi warga di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Karena itu, pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan bergizi menjadi salah satu langkah yang terus didorong. Lahan yang selama ini kurang produktif diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga.
“Sinergi Polri dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan. Tugas kami tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar semakin mandiri,” tegasnya.
Polsek Ranuyoso berharap pendampingan secara berkelanjutan dapat meningkatkan produktivitas pertanian jagung sekaligus memperluas pemanfaatan pekarangan pangan bergizi.
Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut hingga tanaman tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekonomi maupun pangan bagi masyarakat.
“Harapan kami, penanaman jagung dan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga serta menjadi bagian dari kontribusi nyata mewujudkan swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yon)

0 Komentar