Lumajang, Suara Semeru — Misteri mengiringi penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pantai Selatan kawasan Air Weapon Range (AWR), Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Rabu (26/8/2026).
Jasad pria yang hingga kini masih berstatus Mr. X itu
ditemukan sekitar pukul 11.45 WIB. Seorang petani semangka yang berada di
sekitar lokasi menjadi orang pertama yang menemukan tubuh korban dalam kondisi
terdampar di pesisir.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pos TNI AU AWR
Pandanwangi. Informasi itu diteruskan kepada petugas terkait hingga Tim Aju
BPBD Kabupaten Lumajang bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan
evakuasi.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono,
mengatakan korban diperkirakan berusia sekitar 58 tahun.
“Perkiraan usia sekitar 58 tahun. Tim Aju BPBD langsung
bergerak ke lokasi setelah menerima laporan,” kata Yudhi.
Saat ditemukan, korban dalam posisi tertelungkup. Kondisi
tubuh sudah kaku. Pria tersebut mengenakan kaus berwarna hitam bertuliskan
“Sinergi Petroganik Jember”.
Dari pemeriksaan awal, korban diperkirakan memiliki tinggi
badan sekitar 150 sentimeter. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan
fisik yang mengarah pada dugaan tindak kriminal.
Meski demikian, kemunculan jasad tanpa identitas itu membuka
dugaan lain.
Sekitar pukul 13.53 WIB, Danpos Lanal Puger bersama pihak
keluarga korban mendatangi lokasi. Mereka mencocokkan ciri-ciri fisik Mr. X
dengan anggota keluarga yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kecelakaan laut
di perairan Paseban, Kabupaten Jember.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar sepekan sebelumnya
ketika kapal tenggelam akibat gelombang ekstrem. Sejak insiden itu, pencarian
terhadap korban yang hilang terus dilakukan.
Kemunculan jasad di pesisir selatan Lumajang membuat dugaan
keterkaitan dengan kecelakaan laut di Jember semakin menguat. Arus laut
memungkinkan jasad terbawa hingga ke wilayah Lumajang.
Namun, petugas belum mau memastikan bahwa Mr. X merupakan
salah satu korban kapal tenggelam tersebut.
Identitas korban masih menjadi teka-teki. Pencocokan ciri
fisik belum cukup untuk menetapkan identitas secara resmi. Petugas masih
menunggu proses identifikasi medis dan pencocokan dengan data korban kecelakaan
laut di Jember.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan patroli
Polsek Tempeh. Sekitar pukul 14.35 WIB, jasad tiba di Ruang Instalasi
Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk menjalani
pemeriksaan lebih lanjut.
BPBD Lumajang berkoordinasi dengan Kansar Banyuwangi Pos SAR
Jember, PSC 119 Dinkes Lumajang, serta aparat kepolisian dalam proses
penanganan dan identifikasi.
“Saat ini jenazah sudah berada di kamar mayat untuk
dilakukan identifikasi medis lebih lanjut. Untuk penanganan perkara dan
kepastian identitas korban sepenuhnya ditangani Satreskrim Polres Lumajang,”
tegas Yudhi.
Kini, petunjuk berupa ciri fisik dan kaus bertuliskan
“Sinergi Petroganik Jember” menjadi bagian dari proses pencocokan. Sementara
itu, aparat masih menunggu hasil identifikasi medis untuk menjawab pertanyaan
utama: siapa pria yang ditemukan tak bernyawa di pesisir Pantai Selatan
Lumajang tersebut?
Kepastian identitas sekaligus akan menentukan apakah jasad
Mr. X benar merupakan salah satu korban kecelakaan laut di perairan Jember atau
kasus berbeda yang masih belum terungkap. (yon)

0 Komentar