AIR TERJUN SUMBER TELU DI LUMAJANG, WISATA ALAM YANG BERDAMPINGAN DENGAN TRADISI WARGA

 

Lumajang, Suara Semeru - Tiga aliran air jatuh dari tebing setinggi sekitar lima meter di tengah kawasan hijau Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gemericik air berpadu dengan rimbunnya vegetasi dan kebun salak milik warga.

Tempat itu adalah Air Terjun Sumber Telu di Dusun Mulyoarjo, Desa/Kecamatan Pronojiwo.

Sumber Telu tidak hanya menjadi tujuan wisata alam. Sebagian masyarakat juga mengenalnya sebagai tempat yang memiliki tradisi pemanfaatan sumber air untuk terapi.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, tradisi tersebut telah dikenal masyarakat sejak lama. Menurut dia, sebagian warga datang ke Sumber Telu untuk melakukan terapi yang mereka yakini dapat membantu menjaga kesehatan.

“Sumber Telu ini diyakini masyarakat sebagai air terapi. Jadi banyak sekali orang yang melakukan terapi untuk kesembuhan, terutama ketahanan tubuh dan saraf. Banyak sekali orang berobat di Sumber Telu,” kata Indah saat mengunjungi lokasi, Selasa (25/8/2026).

Indah juga menilai kondisi alam di sekitar air terjun menjadi daya tarik bagi pengunjung.

“Indah sekali air terjunnya dan sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat,” ujarnya.

Tradisi terapi di Sumber Telu merupakan bagian dari kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat. Klaim mengenai manfaat kesehatan dari aktivitas tersebut tidak dapat diposisikan sebagai pengganti diagnosis atau pengobatan medis.

Menyusuri Kebun Salak

Untuk mencapai air terjun, pengunjung berjalan sekitar 300 meter dari area parkir. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit, tergantung kondisi jalur dan kecepatan berjalan.

Jalan setapak tersebut melewati kebun salak milik warga.

Pemandangan perkebunan menjadi bagian dari pengalaman sebelum pengunjung tiba di lokasi air terjun. Pohon salak tumbuh di sepanjang jalur dan menjadi gambaran aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Salak juga diolah menjadi sejumlah produk UMKM di Pronojiwo, seperti keripik salak dan dodol salak.

Selain Sumber Telu, kawasan Pronojiwo memiliki sejumlah destinasi wisata alam lain, di antaranya Air Terjun Kapas Biru dan Kabut Pelangi.

Pengembangan destinasi tersebut turut memperlihatkan potensi wisata berbasis masyarakat yang menggabungkan lanskap alam dengan kehidupan warga setempat.

Menjaga Sumber Air

Di tengah meningkatnya aktivitas wisata, keberadaan sumber air membuat persoalan lingkungan menjadi perhatian.

Kebersihan kawasan, kelestarian vegetasi, dan kualitas sumber air perlu dijaga agar Sumber Telu tetap dapat dinikmati wisatawan dan dimanfaatkan masyarakat.

Pengunjung juga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, merusak lingkungan, serta tetap memperhatikan keselamatan selama berada di kawasan air terjun.

Sumber Telu pada akhirnya menawarkan lebih dari sekadar pemandangan air yang jatuh dari tebing. Ada kebun salak, aktivitas masyarakat, serta tradisi yang tumbuh di sekitar sumber air.

Perpaduan tersebut menjadi bagian dari karakter Sumber Telu sebagai salah satu destinasi wisata alam di Pronojiwo.(har)

 




Posting Komentar

0 Komentar