Lumajang, Suara Semeru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang. Hingga Minggu (30/8/2026), api di kawasan Ranu Kembang dan Ledok Bedor masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Polres Lumajang Polda Jawa Timur bersama tim gabungan terus
berjibaku melakukan pemadaman dan penyekatan secara manual. Medan terjal,
tebing curam, serta hembusan angin menjadi kendala utama petugas.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, kebakaran
diketahui terjadi sejak Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dua titik api
berada di Blok Ayek-Ayek, kawasan Ranu Kembang, serta Ledok Bedor di perbatasan
Desa Argosari dan Desa Ranupani.
“Dua lokasi titik api berada di kawasan Ranu Kembang,
tepatnya di Blok Ayek-Ayek, serta kawasan Ledok Bedor yang berada di perbatasan
Desa Argosari dan Desa Ranupani,” kata AKBP Riki, Minggu (30/8/2026) sore.
Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik
dan bergerak dari arah Jantur menuju kawasan B29. Hingga kini, sejumlah titik
api masih menyala.
“Untuk api di dua lokasi sampai saat ini masih menyala dan
belum padam. Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,”
ujarnya.
Petugas melakukan pemadaman secara manual menggunakan batang
dan ranting pohon untuk memukul api yang membakar vegetasi. Sekat juga dibuat
guna menghambat pergerakan api agar tidak meluas.
“Petugas harus menunggu satu titik api padam sebelum dapat
melanjutkan penanganan ke titik berikutnya,” jelasnya.
Kondisi Ranu Kembang menjadi salah satu titik paling sulit
ditangani. Akses menuju lokasi cukup berat, sementara api terus membesar.
“Api juga terus membesar, sehingga petugas terkendala untuk
menuju lokasi,” ungkap AKBP Riki.
Di tengah penanganan karhutla, aparat juga melakukan
evakuasi terhadap 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo.
Seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil
dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan
ditutup total,” tegasnya.
Hingga Minggu, tim gabungan masih disiagakan di lokasi.
Pemadaman dan penyekatan terus dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas ke
kawasan TNBTS lainnya. (yon)

0 Komentar