Lumajang, Suara Semeru - Pencegahan stunting tidak cukup mengandalkan intervensi pemerintah atau layanan kesehatan. Kunci utamanya berada di dalam rumah, melalui perubahan perilaku keluarga yang dilakukan secara konsisten sejak sebelum kehamilan hingga masa awal kehidupan anak. Atas dasar itu, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang memperkenalkan Tips ABCDE sebagai panduan sederhana untuk membangun budaya hidup sehat dalam keluarga.
Ketua TP PKK
Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa upaya
menurunkan prevalensi stunting harus dimulai dari peningkatan kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak.
Menurutnya, pesan pencegahan akan lebih efektif apabila dikemas secara sederhana,
mudah diingat, dan mudah dipraktikkan.
"Melalui Tips
ABCDE, kami ingin menghadirkan pesan yang sederhana, mudah diingat, tetapi
memiliki dampak besar bagi kesehatan ibu dan anak. Pencegahan stunting dimulai
dari keluarga, sehingga setiap keluarga memiliki peran penting dalam memastikan
anak tumbuh sehat dan optimal," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, Tips
ABCDE merupakan rangkaian lima perilaku utama yang saling berkaitan dalam
mencegah stunting sejak dini. Huruf A berarti aktif mengonsumsi Tablet Tambah
Darah bagi remaja putri dan ibu hamil guna mencegah anemia yang berisiko
memengaruhi tumbuh kembang janin. B mengingatkan ibu hamil untuk rutin
memeriksakan kehamilan sesuai standar pelayanan kesehatan agar kondisi ibu dan
janin dapat dipantau secara berkala.
Selanjutnya, C
menekankan pentingnya mencukupi konsumsi protein hewani setiap hari sebagai
sumber zat gizi esensial yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak
anak. D mengajak orang tua datang ke Posyandu setiap bulan untuk memantau
pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi balita sehingga potensi gangguan
dapat dideteksi lebih dini. Sementara E mengingatkan pentingnya pemberian ASI
eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sebagai fondasi pemenuhan gizi
dan peningkatan daya tahan tubuh bayi.
Menurut Dewi
Natalia, lima langkah tersebut bukan sekadar slogan kampanye, melainkan
rangkaian intervensi yang mencakup seluruh fase kritis pencegahan stunting,
mulai dari masa remaja, kehamilan, hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan
(HPK). Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena menyasar akar persoalan,
yakni kualitas kesehatan calon ibu dan pola pengasuhan anak sejak dini.
Ia menilai masih
banyak masyarakat yang menganggap stunting baru perlu ditangani ketika anak
terlihat bertubuh pendek. Padahal, kondisi tersebut merupakan akumulasi
kekurangan gizi kronis yang prosesnya berlangsung jauh sebelum anak dilahirkan.
Karena itu, edukasi yang mampu mengubah perilaku keluarga menjadi faktor yang
tidak kalah penting dibandingkan intervensi medis.
Melalui penerapan
Tips ABCDE secara berkelanjutan, TP PKK Kabupaten Lumajang berharap setiap
keluarga dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah stunting. Konsistensi
menjalankan lima kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu menekan risiko
gangguan pertumbuhan, meningkatkan kualitas generasi mendatang, sekaligus
memperkuat upaya pemerintah mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas,
dan produktif. (yon)

0 Komentar