PERHUTANI SKPH LUMAJANG PERKUAT BUDAYA K3

Lumajang, Suara Semeru – Komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan minim risiko terus diperkuat Perhutani SKPH Lumajang. Salah satunya melalui pelaksanaan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi tenaga kerja serta karyawan-karyawati Perum Perhutani KPH Probolinggo Tahun 2026 yang digelar di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (15/7/2026).

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Perhutani, mengingat aktivitas pengelolaan hutan dan penanganan hasil hutan memiliki tingkat risiko yang membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pekerja.

Wakil Administrator SKPH Lumajang, Soegiharto Aries Soebagio, menegaskan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap pekerja tidak hanya mampu menjalankan tugasnya, tetapi juga memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama apabila terjadi keadaan darurat di lokasi kerja.

"Pelatihan ini bertujuan memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus menjamin kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan dan karyawati. Dengan bekal pengetahuan P3K, diharapkan setiap pekerja mampu memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat sebelum korban mendapatkan bantuan medis," ujarnya.

Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar yang penting dimiliki seluruh pekerja. Respons yang cepat saat terjadi kecelakaan kerja dapat meminimalkan dampak cedera, bahkan berpotensi menyelamatkan nyawa.

Melalui pelatihan tersebut, Perhutani berharap kesadaran terhadap pentingnya K3 semakin meningkat sehingga seluruh aktivitas operasional di kawasan hutan maupun tempat penimbunan kayu dapat berlangsung lebih aman, produktif, dan sesuai dengan standar keselamatan kerja yang berlaku. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar