FENOMENA "KOYO" DI RANU KLAKAH, WARGA PANEN IKAN MABUK

Lumajang, Suara Semeru – Fenomena tahunan yang dikenal masyarakat sebagai "koyo" kembali terjadi di Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.

Peristiwa ini dimanfaatkan warga untuk berburu ikan yang mengapung di permukaan danau. Fenomena koyo dipicu oleh naiknya kandungan asam belerang dari Gunung Lamongan yang mengalir ke perairan danau.

“Kondisi tersebut menyebabkan kadar oksigen di dalam air menurun drastis sehingga ikan mengalami mabuk dan naik ke permukaan,” ungkap Dudung, warga setempat saat dikonfirmasi Radio Semeru FM, Jum’at 10 Juli 2026.

Kesempatan ini pun dimanfaatkan warga dengan membawa jaring, serok, hingga perahu kecil untuk menangkap ikan dalam jumlah yang lebih banyak dibanding hari biasa.

Ia mengaku fenomena koyo menjadi berkah tersendiri baginya. Menurutnya, hasil tangkapan ikan saat fenomena ini terjadi dapat membantu menambah penghasilan keluarga.

Hal senada juga disampaikan Farhan. Ia mengatakan fenomena koyo selalu dinantikan masyarakat sekitar karena menjadi kesempatan memperoleh ikan dengan lebih mudah. Meski demikian, warga tetap berharap kondisi danau segera kembali normal setelah fenomena tersebut berakhir.

Fenomena koyo diketahui terjadi hampir setiap tahun dan telah menjadi bagian dari siklus alam di kawasan Ranu Klakah. Warga pun telah memahami tanda-tanda kemunculannya dan memanfaatkannya sebagai momen untuk mencari ikan, tanpa mengabaikan keselamatan saat beraktivitas di danau. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar