ENAM KILOMETER DEMI SETETES AIR, HARAPAN WARGA LUMPANG DATANG BERSAMA TANGKI BPBD

Lumajang, Suara Semeru – Deru mesin mobil tangki yang memasuki Dusun Lumpang, Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, menjadi kabar yang paling dinanti warga. Di tengah musim kemarau yang mengeringkan sumber-sumber air, kehadiran bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menjadi penopang kebutuhan hidup sehari-hari.

Jeriken, ember, hingga bak penampung sudah berjajar rapi sebelum keran tangki dibuka. Bagi warga, setiap tetes air yang mengalir bukan sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengurangi beban yang selama ini harus mereka tanggung akibat kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran. Kegiatan pemantauan di Dusun Lumpang menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Lumajang pada 2026.

"Monitoring dilakukan untuk memastikan penyaluran air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran. Di lapangan, BPBD mencatat distribusi masih dilakukan secara rutin menggunakan empat unit mobil tangki," ungkap Isnugroho, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, hingga kini distribusi air bersih masih diprioritaskan bagi dua kecamatan yang terdampak paling parah, yakni Ranuyoso dan Gucialit. Penetapan wilayah tersebut didasarkan pada tingkat kekeringan serta kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih.

Bagi warga Dusun Lumpang, bantuan pemerintah menjadi kebutuhan yang tidak tergantikan. Santoso, salah seorang warga, mengaku tanpa distribusi air bersih dari BPBD, masyarakat terpaksa membeli air dari penyedia swasta atau mencari sumber air hingga ke wilayah perbatasan desa.

Perjalanan itu bukan perkara mudah. Warga harus menempuh jarak sekitar enam kilometer dari permukiman hanya untuk mendapatkan air yang layak digunakan.

Karena itu, setiap kedatangan mobil tangki selalu membawa rasa lega. Di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda berakhir, distribusi air bersih bukan hanya menjadi layanan kemanusiaan, tetapi juga menghadirkan harapan agar aktivitas dan kehidupan masyarakat tetap berjalan. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar