DISKOMINFO LUMAJANG PERKUAT LITERASI DIGITAL UNTUK BANGUN BUDAYA VERIFIKASI INFORMASI

 

Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) terus memperkuat gerakan literasi digital guna membangun budaya verifikasi informasi dan meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Langkah tersebut dinilai semakin penting di tengah tingginya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital. Sepanjang tahun 2025, Tim Analisis Isu Strategis (AIS) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengidentifikasi sekitar 1.573 isu hoaks dan disinformasi yang beredar di Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan bahwa literasi digital saat ini tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan teknologi atau media sosial.

Menurut dia, masyarakat perlu dibekali kemampuan berpikir kritis untuk memeriksa sumber informasi, memahami konteks, serta memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada pihak lain.

“Literasi digital tidak hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami dan memverifikasi informasi yang diterima. Budaya verifikasi perlu menjadi kebiasaan bersama agar masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya,” ujar Mustaqim, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, kebiasaan melakukan verifikasi menjadi semakin penting karena informasi yang tidak benar dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi persepsi publik. Sebaliknya, masyarakat yang terbiasa memeriksa fakta dinilai akan lebih siap menghadapi berbagai isu yang berkembang di ruang digital secara bijak dan rasional.

Untuk mendukung upaya tersebut, Diskominfo Lumajang terus memperkuat kolaborasi dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi publik sekaligus mengedukasi masyarakat hingga tingkat desa.

Sementara itu, Ketua KIM Tukum Mandiri, Muhammad Luqman, menilai setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital.

Menurut dia, masyarakat saat ini tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berpotensi menjadi penyebar informasi yang dapat memengaruhi lingkungan sekitarnya.

“Setiap orang memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital. Membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam membangun lingkungan informasi yang sehat dan bermanfaat,” kata Luqman.

Ia menambahkan, KIM tidak hanya berfungsi sebagai saluran diseminasi informasi pembangunan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk meningkatkan kecakapan digital dan memperkuat literasi publik.

Menurutnya, budaya verifikasi informasi memiliki dampak yang lebih luas karena tidak hanya membantu masyarakat mengenali hoaks, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas demokrasi, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.

Masyarakat yang memperoleh informasi akurat, lanjut dia, akan lebih mudah berpartisipasi dalam pembangunan, memberikan masukan yang konstruktif, serta mengawasi jalannya pelayanan publik secara objektif.

Melalui sinergi antara Diskominfo, KIM, Media Center, dan berbagai elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong terwujudnya masyarakat digital yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cakap memilah informasi dan kritis dalam menyikapi isu-isu publik.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik, menjaga kohesi sosial, serta membangun masyarakat yang lebih tangguh di tengah tantangan informasi digital yang terus berkembang.(har)

 

 


Posting Komentar

0 Komentar