Lumajang, Suara Semeru - Peran Polres Lumajang melalui jajaran Bhabinkamtibmas kini tak lagi sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, polisi desa mulai aktif turun ke lapangan mendampingi warga memanfaatkan lahan produktif hingga memantau perkembangan sektor pertanian di tingkat desa.
Langkah itu terlihat dari kegiatan yang dilakukan personel
Polsek Kunir di wilayah Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Polisi tidak hanya
hadir melakukan pengamanan wilayah, tetapi juga terlibat langsung mengawal
program ketahanan pangan masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap
program Asta Cita Presiden RI.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan
pengecekan pekarangan pangan bergizi milik warga. Program pekarangan pangan
bergizi difokuskan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga sekaligus
mendukung upaya pencegahan stunting di lingkungan pedesaan.
Petugas mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan
pemanfaatan lahan pekarangan berjalan optimal. Berbagai tanaman pangan seperti
sayuran, cabai, hingga tanaman kebutuhan rumah tangga lain menjadi perhatian
dalam pendampingan tersebut.
Tak hanya itu, polisi juga mulai aktif memantau perkembangan
tanaman jagung milik petani di sejumlah lahan pertanian warga. Pemeriksaan
dilakukan mulai dari kondisi pertumbuhan tanaman, kebutuhan pupuk, hingga
mengantisipasi potensi serangan hama yang dapat mengganggu hasil panen.
Kehadiran polisi di area pertanian menjadi pemandangan
berbeda bagi masyarakat desa. Jika sebelumnya aparat identik dengan urusan
keamanan, kini Bhabinkamtibmas juga mengambil peran sebagai pendamping sosial
yang ikut memastikan program ketahanan pangan berjalan langsung di tingkat
bawah.
Kapolsek Kunir, IPTU Muljoko mengatakan keterlibatan
aparat kepolisian dalam program pangan merupakan bentuk dukungan nyata kepada
masyarakat agar sektor pertanian desa semakin berkembang dan produktif.
“Kami hadir bukan hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga mendukung
masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Harapannya, masyarakat
semakin mandiri dan produktivitas pertanian meningkat,” ungkapnya, Rabu sore
(20/5/2026).
Menurutnya, ketahanan pangan di tingkat desa menjadi fondasi
penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Karena itu, aparat kepolisian
tidak hanya melakukan pengawasan keamanan wilayah, tetapi juga memberikan
motivasi kepada warga agar terus memanfaatkan potensi pertanian dan pekarangan
produktif.
Program pendampingan tersebut juga dinilai menjadi langkah
strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah tantangan harga
pangan dan kebutuhan hidup masyarakat yang terus meningkat. Dengan pemanfaatan
pekarangan rumah, warga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara
mandiri sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga.
Di sisi lain, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam sektor
pertanian menunjukkan perubahan pola pendekatan kepolisian yang kini semakin
dekat dengan kebutuhan masyarakat desa. Polisi tidak lagi hanya hadir saat
terjadi persoalan keamanan, tetapi juga ikut terlibat dalam program pembangunan
sosial dan pemberdayaan warga.
Pendampingan yang dilakukan aparat diharapkan mampu
mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian
desa, terutama komoditas strategis seperti jagung yang menjadi salah satu
penopang pangan di wilayah Kabupaten Lumajang.
Melalui pendekatan langsung ke lapangan, kepolisian berharap
program ketahanan pangan tidak hanya menjadi agenda pemerintah semata, tetapi
benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga tingkat desa. (yon)

0 Komentar