KETUA KOMISI A DPRD LUMAJANG BAHAS PENGUATAN PERANGKAT DESA DI PROGRAM “DEWAN MENDENGAR” RADIO SEMERU FM

 

Lumajang, Suara Semeru - Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Reza Hadi Kurniawan, S.IP., menjadi narasumber dalam program talk show “Dewan Mendengar” yang disiarkan Radio Semeru FM pada Sabtu (9/5/2026). Dalam dialog tersebut, ia menyoroti pentingnya penguatan kapasitas perangkat desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

Acara yang dipandu oleh Hariyanto itu mengangkat tema mengenai perangkat desa dan tantangan pelayanan pemerintahan desa. Perbincangan berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang yang membidangi pemerintahan dan hukum, Reza menilai perangkat desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, kualitas tata kelola pemerintahan desa sangat dipengaruhi oleh kemampuan aparatur desa dalam menjalankan administrasi pemerintahan, pelayanan sosial, hingga pengelolaan pembangunan.

“Perangkat desa merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Karena itu, kapasitas dan kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Reza dalam siaran tersebut.

Dalam kesempatan itu, Reza juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pencalonan perangkat desa dan kepala dusun. Ia menyebut hingga saat ini regulasi turunan berupa Peraturan Bupati (Perbup) belum diterbitkan, sehingga masih menimbulkan berbagai persoalan di sejumlah desa di Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, apabila merujuk pada putusan MK, pencalonan perangkat desa tidak lagi terbatas bagi warga yang berdomisili di desa atau dusun setempat, melainkan masyarakat dari luar desa juga diperbolehkan mencalonkan diri sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa tantangan pemerintahan desa saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, aparatur desa dituntut mampu memahami administrasi pemerintahan sekaligus mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi yang terus berkembang.

Reza menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan administrasi, penguatan pemahaman regulasi, hingga peningkatan kemampuan pelayanan publik berbasis digital.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan DPRD dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah maupun DPRD agar setiap program pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Reza turut mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme perangkat desa agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan netral dan tidak dipengaruhi kepentingan tertentu.

Sementara itu, Hariyanto menyampaikan bahwa program “Dewan Mendengar” menjadi ruang komunikasi publik yang mempertemukan masyarakat dengan wakil rakyat secara langsung. Melalui program tersebut, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dibahas bersama sebagai bagian dari edukasi publik.

“Program ini kami hadirkan sebagai wadah aspirasi masyarakat sekaligus sarana edukasi publik terkait berbagai isu pemerintahan dan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Talk show tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan pendengar setia Radio Semeru FM. Banyak warga menilai tema perangkat desa sangat relevan karena berkaitan langsung dengan pelayanan administrasi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Melalui kegiatan itu, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai pentingnya penguatan kapasitas perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan di Kabupaten Lumajang. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar