Lumajang, Suara Semeru - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru mulai Jumat, 24 April 2026. Pembukaan ini dilakukan setelah kawasan tersebut ditutup sejak erupsi pada 19 November 2025.
Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan
keputusan diambil usai evaluasi menyeluruh dan koordinasi lintas sektor guna
memastikan keamanan kawasan bagi aktivitas wisata.
“Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April
2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, pengelola membatasi aktivitas pendakian
hanya sampai Ranu Kumbolo. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah mitigasi
risiko sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi.
Pembukaan kembali jalur pendakian ini disambut positif oleh
pelaku wisata dan masyarakat sekitar. Aktivitas wisata diharapkan dapat
mendorong pemulihan ekonomi, terutama di sektor transportasi, jasa pemandu, dan
usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Namun, BBTNBTS menekankan pentingnya peningkatan kesadaran
dan kedisiplinan pendaki. Pengunjung diimbau mempersiapkan kondisi fisik,
melakukan pendaftaran resmi, serta memantau informasi cuaca dan status gunung
sebelum melakukan pendakian.
Selain itu, pendaki diwajibkan menggunakan perlengkapan
standar seperti jaket hangat, sepatu gunung, tenda, dan logistik yang memadai.
Selama di jalur pendakian, mereka diminta mengikuti rute resmi, tidak berjalan
sendiri, dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh menurun.
Pengelola juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian
lingkungan dengan membawa turun kembali sampah, tidak merusak vegetasi, serta
menghindari aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem.
Dalam kondisi darurat, pendaki diminta segera berkoordinasi
dengan petugas di pos terdekat. BBTNBTS juga memberikan opsi penjadwalan ulang
bagi pendaki yang telah memesan tiket sebelum penutupan.
Pembukaan kembali Semeru menjadi momentum kebangkitan wisata
alam yang lebih aman dan berkelanjutan, dengan menekankan tanggung jawab
bersama dalam menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan.(har)

0 Komentar