SOLIDARITAS WARGA WARNAI SILATURAHMI LEBARAN DI LUMAJANG, BANTU PENGENDARA LINTASI JEMBATAN TERGENANG

Lumajang, Suara Semeru - Momen silaturahmi Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, diwarnai aksi solidaritas warga. Sejumlah warga tampak bahu-membahu membantu pengendara sepeda motor yang melintasi jembatan limpas yang terendam luapan Sungai Cangkring.

Kondisi tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah setempat pada Kamis 26 Maret 2026 sore hingga malam hari. Akibatnya, debit air sungai meningkat tajam dan meluap hingga ke badan jalan.

Rahmad, salah seorang warga, mengatakan luapan air diperparah oleh tersumbatnya gorong-gorong di bawah jembatan oleh material batu dan sampah sisa banjir.

“Hujan deras mulai pukul 15.00 WIB sampai 19.30 WIB. Setelah itu air sungai naik dan meluap karena gorong-gorongnya mampet,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, hingga Jumat 27 Maret 2026, arus air yang melintasi jembatan masih cukup deras. Kondisi ini membuat akses penghubung antarwarga desa terganggu.

Sejumlah pengendara yang nekat melintas harus mendapat bantuan warga. Motor dituntun secara perlahan, sementara warga lainnya berjaga di sisi jembatan untuk menjaga keseimbangan agar kendaraan tidak tergelincir atau terseret arus.

“Masih deras sekali airnya. Jadi warga yang mau lewat, baik dari arah Bandaran atau Sombo menuju Sawaran Kulon, memang harus kita bantu pegangi motornya. Kalau tidak, sangat berisiko jatuh karena licin dan arus yang kuat,” kata Rahmat, warga yang berjaga di lokasi.

Aksi gotong royong tersebut dilakukan secara sukarela demi memastikan keselamatan para pengendara, khususnya yang hendak bersilaturahmi di hari raya.

Kaur Umum Desa Sawaran Kulon, Suyanto, mengatakan pihaknya bersama warga telah berupaya membersihkan sumbatan, namun belum optimal.

“Semua gorong-gorong di bawah itu tertutup material sisa banjir semalam, jadi airnya meluap ke atas jembatan. Kami siaga di sini supaya tidak ada korban,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan normalisasi aliran sungai dengan bantuan alat berat.

“Warga sudah mencoba membersihkan, tapi belum maksimal. Semoga ada bantuan dari dinas terkait agar aliran sungai kembali lancar,” kata dia.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar