Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, memastikan perlindungan terhadap sembilan pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang bekerja di Arab Saudi di tengah dinamika geopolitik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subhan,
mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan para PMI tetap aman dan
memperoleh perlindungan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Sembilan PMI tersebut terdiri atas delapan tenaga kesehatan
dan satu pekerja restoran yang berangkat melalui perusahaan resmi pada periode
2024 hingga 2025,” ungkapnya, Senin 9 Maret 2026.
Menurutnya, karena berangkat melalui jalur prosedural,
keberadaan mereka dapat dipantau melalui mekanisme perlindungan pekerja migran.
Sementara itu, PMI yang berangkat secara tidak resmi tidak seluruhnya terpantau
dalam data pemerintah daerah.
Subhan menegaskan pemerintah daerah terus melakukan
koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut
guna memastikan para PMI tetap dapat bekerja dengan aman.
Jika situasi membutuhkan penanganan khusus, kata dia,
pemerintah pusat melalui perwakilan RI di luar negeri dapat mengambil langkah
perlindungan, termasuk kemungkinan pemulangan sesuai prosedur yang berlaku.
Pemkab Lumajang juga mengimbau PMI asal daerah tersebut di
Arab Saudi agar tetap menjaga keselamatan serta menjalin komunikasi dengan
perwakilan pemerintah Indonesia apabila membutuhkan bantuan.
Melalui pemantauan berkelanjutan dan koordinasi dengan
pemerintah pusat, Pemkab Lumajang berharap seluruh PMI asal daerah itu tetap
aman dan mendapatkan perlindungan selama bekerja di luar negeri. (yon)

0 Komentar