Lumajang, Suara Semeru – Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, terancam terisolasi saat Hari Raya Idul Fitri menyusul amblesnya jalan protokol di Desa Pundungsari. Kerusakan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu perbaikan cukup lama hingga dapat kembali dilintasi secara normal.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
(PUTR) Lumajang, Heri Kurniawan, ST, MT, mengatakan proses perbaikan masih
dalam tahap pengajuan anggaran. Pemerintah daerah berencana menggunakan dana
Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan kebutuhan anggaran lebih dari Rp200 juta.
“Perbaikan segera kami lakukan setelah melalui proses telaah
staf, karena anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp200 juta lebih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran berpotensi bertambah
apabila terjadi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih melanda
wilayah tersebut. Menurutnya, fokus utama perbaikan bukan hanya pada badan
jalan, melainkan pada penguatan talud penyangga di bawah jalan.
“Talud akan dibuat lebih kokoh agar mampu menahan beban
kendaraan dan memperlancar aliran air di bawahnya. Paling cepat sekitar satu
bulan. Jika mengejar Lebaran, tentu tidak memungkinkan,” jelasnya.
Selama proses pengerjaan, akses jalan akan ditutup total
sementara waktu, dengan estimasi pekerjaan hingga tiga bulan.
Sebagai alternatif, masyarakat dapat melintasi jalur di atas
aliran lahar Kali Glidik menuju Kabupaten Malang melalui Desa Lebak Harjo,
Kecamatan Ampelgading. Namun jalur tersebut berisiko saat hujan turun.
“Jika kondisi normal bisa lewat Desa Lebak Harjo, Kecamatan
Ampelgading, Malang. Tapi saat hujan jalur itu cukup berisiko,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga telah melakukan penanganan darurat dengan memasang bronjong berisi pasir untuk menahan pergerakan tanah sementara waktu. (har)

0 Komentar