Lumajang, Suara Semeru - Jalan penghubung Kecamatan Pasirian dan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang putus akibat terjangan banjir lahar hujan Gunung Semeru, mulai diperbaiki.
Sebelumnya, banjir lahar hujan menerjang aliran Sungai
Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Jumat 30 Januari 2026. Akibatnya,
tanggul sepanjang sekitar 150 meter jebol. Banjir juga merusak lahan persawahan
serta memutus akses jalan antar-kecamatan.
Dampak kerusakan tersebut menyebabkan tiga dusun di Desa
Gondoruso, yakni Dusun Liwek, Glendang Petung, dan Kaliwelang, terisolasi.
Selain itu, Dusun Dampar di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, juga mengalami
keterisolasian akibat akses jalan terputus.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) mulai
melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material sisa banjir lahar di
sekitar lokasi jalan yang rusak. Perbaikan jalan dilakukan dengan memanfaatkan
material yang ada di aliran Sungai Regoyo.
“Polanya nanti kita ambil agregat atau material yang ada di
sungai, kita angkut ke lokasi jalan yang putus, kemudian kita padatkan secara
berlapis,” kata Kepala BBPJN Wilayah setempat, Supriadi, saat ditemui di Desa
Gondoruso, Rabu 4 Februari 2026.
Namun demikian, proses perbaikan sangat bergantung pada
kondisi cuaca di sekitar lereng Gunung Semeru. Jika hujan dengan intensitas
tinggi kembali terjadi, risiko banjir lahar susulan dapat menghambat bahkan
merusak pekerjaan yang sedang berlangsung. Apalagi, tanggul penahan banjir di
Sungai Regoyo saat ini masih dalam kondisi jebol.
Selama akses jalan terputus, warga Desa Gondoruso terpaksa
melintasi area persawahan untuk beraktivitas ke luar dusun.
Supriadi menargetkan proses perbaikan tanggul dan jalan
tersebut dapat rampung dalam waktu satu pekan. “Kami berupaya mempercepat agar
jalan ini kembali fungsional dan akses warga bisa normal kembali,”
ujarnya.(har)

0 Komentar