JALAN BROMO KLANTING RUSAK PARAH, WARGA HARAP PERBAIKAN TUNTAS JELANG LEBARAN

 

Lumajang, Suara Semeru - Jalan Bromo di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, mengalami kerusakan parah. Lubang-lubang menganga dengan kedalaman mencapai 10 hingga 15 sentimeter tampak di sejumlah titik, mengganggu aktivitas lalu lintas warga.

Pantauan di lokasi, Rabu 24 Februari 2026, aspal yang sebelumnya mulus kini nyaris tak berbekas. Sejumlah lubang besar digenangi air hujan, menciptakan rintangan berbahaya bagi pengendara, terutama sepeda motor. Pengguna roda dua terpaksa melaju zigzag untuk menghindari lubang, sementara kendaraan roda empat harus memperlambat laju hingga menyebabkan antrean di titik kerusakan terparah.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Saat hujan turun, lubang-lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat, khususnya bagi pengendara yang belum familiar dengan medan.

Ahmad (34), warga sekitar, mengaku kondisi itu sudah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan permanen.

“Setiap hari saya lewat sini untuk kerja, rasanya seperti sedang ikut off-road. Kalau malam lebih bahaya lagi karena penerangan minim. Kami seperti bertaruh nyawa hanya untuk sampai ke tujuan,” ujarnya sembari membetulkan posisi motornya usai terperosok.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah berupa pengaspalan ulang (overlay), bukan sekadar tambal sulam yang biasanya kembali rusak dalam hitungan hari.

“Harapan kami sederhana, jelang lebaran nanti jalan sudah mulus. Kami ingin keluarga yang pulang mudik merasa aman dan nyaman, tidak perlu khawatir jatuh atau ban meletus karena lubang-lubang ini,” kata Ahmad.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang, Rudy Purbo Wahyono, ST, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 ruas jalan di wilayahnya dengan tingkat kemantapan di bawah 15 persen. Artinya, sekitar 85 persen pada tiap ruas tersebut mengalami kerusakan dan menjadi prioritas rehabilitasi.

“Jadi, jalan yang kemantapannya di bawah 15 persen memang harus dilakukan rehab. Jalan mana saja, kami belum bisa menyebutkan satu per satu,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran. “Kendalanya, porsi anggaran saat ini lebih kecil dibanding tahun lalu, jadi akan disesuaikan untuk pembenahannya,” pungkasnya.(yon)

 


Posting Komentar

0 Komentar