Lumajang, Suara Semeru - Warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Yosowilangun, kompak menutup akses jalan desa sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang diduga disebabkan oleh aktivitas truk pengangkut pasir. Aksi penutupan dilakukan di sepanjang ruas jalan utama desa, mulai dari gapura masuk hingga sisi selatan Balai Desa Tanjungrejo.
Pantauan di lapangan, warga menaruh bebatuan, bambu, batang
pohon pisang, serta sejumlah material lainnya di tengah badan jalan. Akibatnya,
kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Untuk menghindari
kemacetan total, warga mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif menuju
Desa Wotgalih maupun sebaliknya.
Kepala Desa Tanjungrejo, Sudarto, menjelaskan bahwa
penutupan jalan tersebut bersifat sementara dan dilakukan bersamaan dengan
kegiatan perbaikan jalan rusak secara gotong royong oleh warga. Ia menegaskan,
perbaikan dilakukan menggunakan anggaran swadaya masyarakat tanpa bantuan dari
pemerintah.
“Iya, jalan ditutup sementara karena ada pengecoran.
Pekerjaan dilakukan Jumat sampai Sabtu, hari ini dilanjutkan lagi. Anggaran
perbaikan murni dari swadaya masyarakat,” ujar Sudarto, Senin 12 Januari 2026.
Menurutnya, setelah proses pengecoran rampung dan kondisi
jalan dinyatakan kering, penutupan jalan diperkirakan berlangsung paling lama
lima hari. Selama masa tersebut, pengguna jalan diminta menggunakan
confirmation rute alternatif yang telah disiapkan warga.
Terkait kerusakan jalan yang dipicu oleh aktivitas truk
bermuatan pasir, Sudarto mengakui hal tersebut menjadi salah satu alasan utama
warga melakukan penutupan jalan. Ia menyebut, intensitas kendaraan berat yang
melintas membuat kondisi jalan cepat rusak dan membahayakan pengguna jalan.
“Memang benar, kerusakan jalan salah satunya akibat sering
dilewati truk pengangkut pasir. Setelah perbaikan selesai, kami dari Pemerintah
Desa akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang agar jalan yang
sudah diperbaiki secara swadaya ini tidak kembali rusak,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas perbaikan jalan
masih akan dilanjutkan oleh warga, sementara akses jalan desa tetap ditutup
sementara sesuai dengan jadwal pengecoran. (yon)

0 Komentar