Lumajang, Suara Semeru - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus memperkuat perannya, tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penguatan peran tersebut dijalankan melalui lima pilar utama,
yakni Taqwa, Cerdas, Sehat, Peduli, dan
Makmur. Kelima pilar ini menjadi landasan BAZNAS Lumajang dalam
menghadirkan berbagai program kemanusiaan, pendidikan, serta pemberdayaan
ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Wakil Ketua BAZNAS Lumajang, H. Pudjiardi, SH, mengatakan bahwa kapasitas lembaganya dalam
mengelola program kemanusiaan telah teruji, khususnya saat penanganan dampak
erupsi Gunung Semeru pada periode 2020–2022. Pada masa itu, BAZNAS Lumajang
mengelola dana donasi kemanusiaan senilai Rp 50 miliar.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) serta
pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, mulai dari sandang hingga pangan.
“Hadirnya BAZNAS adalah untuk menunjang kebutuhan vital masyarakat, mulai dari
dukungan infrastruktur hingga sandang dan pangan di wilayah terdampak,” ujar
Pudjiardi, Jum`at 9 Januari 2026.
Memasuki awal tahun 2026, BAZNAS Lumajang mengalihkan fokus pada
potensi bencana hidrometeorologi. Skema bantuan logistik cepat tanggap telah
disiapkan dengan berkaca pada pengalaman penanganan banjir di Kecamatan
Rowokangkung pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam penanganan banjir tersebut, BAZNAS Lumajang mampu
mendistribusikan sekitar 1.000 paket
makanan dan minuman siap saji dalam waktu singkat kepada warga terdampak
di Desa Sidorejo dan sekitarnya. Kecepatan distribusi bantuan ini kini menjadi
standar operasional dalam penanganan bencana untuk meminimalkan dampak sosial
di masyarakat.
Di luar penanganan bencana, BAZNAS Lumajang juga konsisten
menjalankan program pemberdayaan pendidikan dan ekonomi. Lembaga ini bersinergi
dengan program pemerintah daerah, salah satunya melalui inisiatif Setor Madu. Melalui program tersebut,
BAZNAS menyalurkan ratusan tas sekolah
dan ribuan pasang sepatu bagi siswa dari keluarga prasejahtera, termasuk
di wilayah pelosok seperti Kecamatan Pronojiwo dan Supiturang.
Selain itu, upaya penguatan kemandirian ekonomi masyarakat
dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan, seperti pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),
program penggembalaan kambing, pemberian beasiswa pendidikan, hingga renovasi
rumah tidak layak huni melalui program bedah
rumah.
Pudjiardi menegaskan, seluruh program tersebut dirancang untuk
menyentuh akar persoalan masyarakat. “Kami ingin menyentuh persoalan secara
menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga penguatan ekonomi dan
pendidikan masyarakat,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Lumajang berharap dapat terus
berkontribusi dalam memperkuat ketahanan masyarakat, baik dalam menghadapi
bencana maupun dalam membangun kemandirian ekonomi jangka panjang. (hari)

0 Komentar