Lumajang, Suara Semeru - Meningkatnya jumlah pengunjung pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Lumajang setiap akhir pekan membawa dampak positif bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, di balik ramainya kawasan tersebut, persoalan klasik kembali mencuat, yakni timbulan sampah yang berserakan di berbagai sudut alun-alun.
Pantauan di
lapangan menunjukkan, sampah berupa gelas plastik, sedotan, bungkus makanan,
hingga sisa minuman kopi kerap terlihat di area lantai granit dan taman.
Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung serta merusak estetika
ruang publik yang menjadi ikon Kabupaten Lumajang.
Salah satu
pengunjung, Ahmad Solihin, mengaku kerap merasa risih dengan kondisi tersebut.
Ia menilai kesadaran sebagian pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya
masih rendah.
“Kalau sudah CFD pasti sampahnya makin banyak. Kadang risih lihatnya karena
kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih minim,” ujarnya.
Permasalahan
sampah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, mengingat
Alun-alun Lumajang merupakan ruang terbuka publik yang menjadi pusat aktivitas
warga. Lonjakan pengunjung tanpa diimbangi perilaku tertib kebersihan
berpotensi mempercepat kerusakan fasilitas umum serta menambah beban kerja
petugas kebersihan.
Menanggapi
kondisi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak seluruh masyarakat
untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kawasan
alun-alun. Ia secara khusus menyoroti kebiasaan membuang sisa kopi langsung ke
lantai granit yang menyebabkan permukaan menjadi lengket dan kotor.
“Sisa kopi
yang dibuang sembarangan membuat lantai lengket, kotor, dan mengurangi
keindahan alun-alun. Ini juga menambah pekerjaan petugas kebersihan,” tegasnya.
Indah
Amperawati menekankan bahwa kebersihan ruang publik tidak hanya bergantung pada
petugas, melainkan pada kesadaran kolektif seluruh pengunjung. Ia mengajak
masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga fasilitas
yang telah disediakan.
“Ayo
sama-sama kita punya rasa memiliki dan tidak membuang sampah sembarangan,
termasuk membuang sisa kopi di lantai,” katanya.
Selain itu,
Bupati juga menginstruksikan petugas kebersihan untuk segera membersihkan area
yang kotor, terutama lantai granit yang terkena tumpahan minuman, agar
kenyamanan pengunjung tetap terjaga. Pemerintah daerah berharap Alun-alun
Lumajang dapat terus menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, dan membanggakan
bagi masyarakat. ( hari )

0 Komentar