Lumajang, Suara Semeru - Ketenteraman warga Dusun Karangpanas, Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, mendadak terusik oleh ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom ikan atau bondet. Ledakan yang terjadi saat dini hari itu menghantam rumah milik Mistari (52), menyebabkan kerusakan serius pada bangunan dan memicu kepanikan warga yang tengah terlelap tidur.
Peristiwa mengerikan tersebut terjadi ketika korban sedang
beristirahat di dalam rumah. Tanpa diduga, suara ledakan keras memecah
keheningan malam, berasal dari sisi selatan rumah. Akibat ledakan itu, sebagian
dinding rumah mengalami kerusakan, sementara kaca-kaca jendela pecah
berhamburan.
Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro,
membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal
korban dan saksi di sekitar lokasi, ledakan terjadi secara tiba-tiba tanpa
tanda-tanda sebelumnya.
“Benar, saat itu korban sedang tidur di dalam rumah, kemudian mendengar suara ledakan keras dari arah selatan rumah,” ujar Ipda Untoro, Selasa 20 Januari 2026.
Kepanikan Warga dan
Dugaan Teror
Ledakan tersebut tidak hanya berdampak pada rumah korban, tetapi juga
menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengaku
terbangun karena suara ledakan yang sangat keras dan sempat mengira terjadi
kebakaran atau gempa.
Dugaan sementara, ledakan berasal dari bondet atau bom ikan rakitan yang dilempar oleh orang tak dikenal. Aksi ini mengarah pada dugaan teror, mengingat bahan peledak tersebut lazim digunakan dalam tindakan kriminal dan sangat berbahaya bagi keselamatan warga.
Polisi Lakukan Olah
TKP
Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian dari Polres Lumajang langsung
mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas
mengamankan area, mengumpulkan sisa-sisa material ledakan, serta meminta
keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap identitas dan motif pelaku.
“Saat ini masih kami dalami. Kami sudah melakukan olah TKP
dan meminta keterangan saksi-saksi,” jelas Ipda Untoro.
Pihak kepolisian memastikan bahwa dalam kejadian tersebut
tidak terdapat korban jiwa. Namun demikian, kerugian material akibat kerusakan
rumah korban cukup signifikan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan pada
dinding rumah dan kaca jendela,” pungkasnya.
Penyelidikan
Berlanjut
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi pelemparan bondet
tersebut, termasuk kemungkinan adanya konflik pribadi, dendam, atau bentuk
intimidasi tertentu terhadap korban. Kepolisian juga meningkatkan kewaspadaan
dan patroli di wilayah sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun waspada, serta
segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas
mencurigakan di lingkungan sekitar. (yon)

0 Komentar