LAPAK PASAR KRAI AMBRUK, JADI ALARM KESELAMATAN BANGUNAN PASAR TRADISIONAL DI LUMAJANG

Lumajang, Suara Semeru – Insiden ambruknya bangunan lapak di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Selasa 20 Januari 2026 pagi, menjadi peringatan serius terhadap kondisi infrastruktur pasar tradisional yang kian menua. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.15 WIB itu mengakibatkan empat pedagang mengalami luka-luka saat sedang beraktivitas melayani pembeli.

Berbeda dengan sejumlah kejadian serupa yang umumnya dipicu cuaca ekstrem, ambruknya lapak Pasar Krai terjadi tanpa hujan lebat maupun angin kencang. Sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar suara kayu patah beberapa detik sebelum bangunan roboh. Suara tersebut menjadi pertanda gagalnya struktur bangunan yang tak lagi mampu menopang beban.

Ridwan, warga setempat, menuturkan kondisi struktur kayu bangunan pasar sebenarnya sudah lama dikhawatirkan. Menurutnya, lapak-lapak lama terlihat rapuh dan rawan ambruk.

“Struktur kayunya sudah sangat mengkhawatirkan. Ternyata kekhawatiran itu benar-benar terjadi. Bangunan ambruk dan menimpa beberapa orang. Akhirnya ambruk juga, kalau seperti ini siapa yang mau disalahkan,” ungkap Ridwan.

Kapolsek Yosowilangun, Iptu Rusdiq Sudarmanto, menjelaskan bangunan lapak yang roboh memiliki ukuran sekitar 3 x 10 meter dan sebagian besar konstruksinya masih menggunakan material kayu lama. Hasil pengecekan sementara menunjukkan kayu penyangga sudah lapuk dan rapuh akibat usia.

“Kayu penyangga sudah tidak layak. Secara struktur tidak mampu lagi menopang bangunan, sehingga ambruk dengan sendirinya,” kata Rusdiq.

Dalam kejadian tersebut, empat pedagang menjadi korban. Tiga orang mengalami luka pada bagian punggung dan leher akibat tertimpa reruntuhan, sementara satu orang lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban langsung dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kunir dan Puskesmas Yosowilangun. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Insiden ambruknya lapak sempat menimbulkan kepanikan dan menghentikan sementara aktivitas jual beli di sekitar lokasi. Namun, para pedagang bersama warga Pasar Krai segera melakukan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan, agar aktivitas pasar dapat kembali berjalan normal. Pasar Krai sendiri merupakan salah satu pusat perekonomian warga di wilayah Yosowilangun.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran pedagang lain yang masih menempati lapak-lapak lama dengan kondisi bangunan serupa. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan dan perbaikan menyeluruh terhadap bangunan pasar guna mencegah kejadian serupa terulang.

Ambruknya lapak Pasar Krai tidak sekadar menjadi kecelakaan bangunan, melainkan juga alarm keselamatan bagi pasar-pasar tradisional di Lumajang yang sebagian besar dibangun puluhan tahun lalu. Tanpa perawatan dan renovasi berkala, risiko kecelakaan dinilai masih sangat tinggi, terutama saat aktivitas pasar berada pada jam-jam sibuk. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar