Lumajang, Suara Semeru - Beredar video dan unggahan di media sosial TikTok yang menyebutkan adanya helikopter jatuh saat kunjungan ke lokasi bencana Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Unggahan tersebut disertai tulisan yang tidak jelas serta beragam komentar warganet yang memicu kebingungan publik.
Di kolom
komentar, sejumlah warganet mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dengan
menulis, “kejadian di mana?” dan “yang mana ini?”. Ada pula komentar singkat
seperti “helikopternya,” tanpa disertai penjelasan. Bahkan, terdapat komentar
yang menyebut kejadian tersebut terjadi di India, namun tanpa menyertakan
sumber yang dapat dipastikan kebenarannya.
Menanggapi
informasi yang beredar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)
Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan
tidak pernah terjadi di wilayah Lumajang.
“Kami
pastikan tidak ada kejadian helikopter jatuh di Kabupaten Lumajang, khususnya
yang dikaitkan dengan kunjungan penanganan bencana Gunung Semeru,” ujar
Mustaqim saat dikonfirmasi, Minggu 18 Januari 2026.
Ia
menjelaskan, hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten
Lumajang, TNI, Polri, maupun lembaga kebencanaan terkait insiden kecelakaan
helikopter di wilayah tersebut. Menurutnya, seluruh aktivitas kunjungan ke
kawasan bencana selalu dilakukan dengan pengamanan dan prosedur keselamatan
yang ketat.
Mustaqim
juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang
beredar di media sosial, terutama yang tidak mencantumkan keterangan waktu,
lokasi, dan sumber yang jelas.
“Komentar di
media sosial bukan sumber informasi resmi. Jika ragu, sebaiknya cek terlebih
dahulu ke kanal resmi pemerintah atau media terpercaya,” tegasnya.
Pemerintah
Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kominfo terus mengajak masyarakat untuk lebih
bijak dalam bermedia sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum
dapat dipastikan kebenarannya.
“Saring
sebelum sharing. Dengan begitu, kita ikut menjaga ketenangan dan tidak
menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya.
Dengan
adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak terpengaruh
informasi keliru, serta selalu mengutamakan informasi dari sumber yang jelas
dan dapat dipercaya. (harI)

0 Komentar